LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Jakarta, 9 September 2025 – Panggung politik nasional kembali menyorot nama besar dari kalangan militer, Jenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin. Sosok putra Makassar yang dikenal dengan rekam jejak panjang di Kopassus dan berbagai jabatan strategis, kini dipercaya mengemban tugas ganda, yakni sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Ad Interim. Penunjukan ini, yang mulai berlaku hari ini, Selasa (9/9/2025), mengisi kekosongan jabatan pasca pencopotan Jenderal Budi Gunawan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penunjukan Sjafrie sebagai Menko Polkam Ad Interim menandai babak baru dalam karier cemerlangnya. Meski bersifat sementara, posisi “Ad Interim” – sebuah istilah dari bahasa Latin yang berarti “untuk sementara waktu” – memberikan wewenang penuh layaknya pejabat definitif. Ini memastikan roda koordinasi di sektor politik dan keamanan negara tetap berjalan tanpa hambatan, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga pengelolaan kebijakan krusial.

“Hari ini, saya sebagai Menko Polkam Ad Interim memberikan pengarahan kepada Pejabat Utama dan Staf Ahli di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin dalam pernyataan resminya di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta. Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Jenderal Budi Gunawan atas dedikasi dan kinerjanya selama menjabat Menko Polkam. “Saya juga berterima kasih kepada seluruh jajaran staf khusus di Kemenko Polkam yang sudah memberikan sumbangan tenaga, pikiran untuk membantu Menko Polkam yang telah selesai menjalankan tugasnya.”
Ikatan Kuat dengan Presiden Prabowo
Penunjukan ini tidaklah mengherankan bagi banyak pihak yang memahami dinamika politik dan militer Indonesia. Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin dan Presiden Prabowo Subianto memiliki ikatan persahabatan serta profesionalisme yang telah teruji waktu. Keduanya merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1974 dan sama-sama mengawali karier gemilang di Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengalaman bersama di medan tugas, ditambah pemahaman mendalam tentang karakter dan kapabilitas masing-masing, menjadi fondasi bagi kepercayaan tinggi yang diberikan Prabowo kepada sahabat lamanya ini.
Lahir di Makassar pada 30 Oktober 1952, Sjafrie Sjamsoeddin menapaki jenjang karier militer yang sarat tantangan dan pengabdian. Setelah lulus dari Akmil, ia langsung bergabung dengan Kopassus, sebuah unit elite yang telah membentuk karakternya sebagai prajurit tangguh. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya di militer mencakup:
Komandan Nanggala X Timor Timur (1976)
Komandan Nanggala XXI Aceh (1977)
Komandan Tim Maleo Irja (1987)
Satgas Kopassus Timor Timur (1990)
Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya (1996)
Panglima Kodam (Pangdam) Jaya (1997)
Staf Ahli Panglima TNI (1998)
Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI (2001)
Peran pentingnya di masa lalu juga termasuk sebagai ajudan Presiden Soeharto, sebuah posisi yang memberinya perspektif unik tentang kepemimpinan tertinggi negara.

Setelah purna tugas dari dunia militer, Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan pengabdiannya di ranah pemerintahan. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI (2005-2010), kemudian Wakil Menteri Kementerian Pertahanan RI (2010-2014) – sebuah jabatan yang juga pernah dipegang oleh Prabowo Subianto. Kini, ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (2024-2029) di kabinet Presiden Prabowo Subianto, dan dengan penunjukan terbaru ini, ia mengemban tanggung jawab lebih besar lagi.
Tantangan dan Harapan
Mengemban dua jabatan strategis, Menhan definitif dan Menko Polkam Ad Interim, bukanlah tugas ringan. Sjafrie Sjamsoeddin dituntut untuk memastikan stabilitas keamanan dan politik negara tetap terjaga, sekaligus mengawal modernisasi pertahanan di tengah dinamika geopolitik global. Tantangannya adalah menyeimbangkan dua portofolio penting ini sembari menunggu penunjukan Menko Polkam definitif yang akan mengisi posisi tersebut secara permanen.
Dengan rekam jejak yang solid, baik di medan tempur maupun birokrasi pemerintahan, penunjukan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menko Polkam Ad Interim adalah langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kapabilitasnya. Putra Makassar ini diharapkan mampu membawa stabilitas dan arahan yang jelas di sektor politik, hukum, dan keamanan nasional, menjembatani transisi hingga terbentuknya kabinet yang lengkap dan solid.
By Humas Kemenko Polkam RI

