Pangkep, 7 November 2025 – Di tengah hijaunya hamparan sawah Kampung Ale Karajae, Kelurahan Attang Salo, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, sebuah adegan yang seolah keluar dari film fiksi ilmiah terjadi. Sebuah traktor mini berwarna merah melaju perlahan, membajak tanah dengan presisi sempurna, namun tanpa seorang pun di balik kemudinya.
Fenomena yang oleh warga dijuluki “Traktor Siluman” ini dengan cepat menjadi sensasi di dunia maya. Video yang merekam aksi mesin pembajak sawah yang menari tanpa awak tersebut, diunggah oleh akun Facebook Nasriani, sontak memancing ribuan reaksi dan pertanyaan: Bagaimana mesin ini bisa bergerak sendiri?
Pemandangan traktor yang beroperasi secara mandiri ini memicu kerumunan warga yang menyaksikan dengan mata terbelalak. Bisik-bisik berubah menjadi sorakan kagum saat traktor itu berbelok mulus di ujung petak sawah.
“Ini pakai remot ya?” tanya seorang warga, tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya, seperti termuat dalam rekaman video yang kini telah dibagikan ratusan kali.
Dalam akun facebook Video tersebut awalnya dipersepsikan sebagai terobosan murni dari kecerdasan warga lokal. “Ini terobosan baru warga Kampung Alekarajae!” tulis Komentar Nasriani dalam keterangan videonya, memancing pujian atas semangat inovasi di tingkat akar rumput Pangkep.
Namun, investigasi lebih lanjut mengungkap cerita yang lebih mendalam dan inspiratif: keajaiban teknologi ini bukanlah kerja sulap, melainkan buah dari program pendampingan yang sukses.
Usut Tuntas:
Di balik keajaiban pergerakan “tanpa awak” ini, memang duduk seorang inovator lokal – putra asli Kampung Ale Karajae yang merupakan pemilik traktor, (Kelompok Tani) Saudara Hame.
Belakangan diketahui, traktor canggih ini adalah hasil kerja keras Kelompok Tani Binaan Politeknik Pertanian (Politani) Pangkep, yang berlokasi di Kelurahan Attang Salo.
Kehadiran Politani Pangkep sebagai mentor dan fasilitator menjadi kunci utama di balik terwujudnya Traktor Siluman ini. Program Binaan ini bertujuan mentransformasi metode bertani tradisional menjadi pertanian modern yang efisien.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengkonfirmasi peran institusi pendidikan tersebut. “Traktor siluman tersebut memakan biaya mencapai 8 juta rupiah, ini adalah bantuan dari Politeknik Pangkep,” ujarnya.
Traktor tersebut kini secara resmi diketahui adalah milik Saudara Hame, salah satu anggota kelompok tani binaan di Kelurahan Attang Salo, yang sukses mengimplementasikan teknologi kendali jarak jauh pada alat pertaniannya.
Traktor kendali jarak jauh ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi tak hanya milik kota besar. Dengan dukungan institusi pendidikan seperti Politani Pangkep, teknologi pertanian modern dapat diadopsi dan dikembangkan di tingkat petani akar rumput.
Terobosan ini tidak hanya menjadi alat percontohan yang memukau warganet di media sosial, tetapi juga memicu diskusi tentang potensi peningkatan efisiensi kerja di sawah. Dengan traktor remote control, proses membajak sawah dapat dilakukan lebih cepat dan mengurangi beban fisik petani.
Fenomena Traktor Siluman ini telah membuktikan bahwa Pangkep siap menyambut era pertanian 4.0, di mana teknologi dan kecerdasan lokal berpadu untuk meningkatkan produktivitas pangan.
(Sebelum berita ini diterbitkan, tim Media Lintas-Khatulistiwa.com mencoba menghubungi Lurah Attang Salo untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program pendampingan kelompok tani ini, namun komunikasi masih belum berhasil.)

