Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Maret 7, 2026

Polsek Ma’rang Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil di Hari ke-16 Ramadan 1447 H

Maret 7, 2026

Lurah Ma’rang Pimpin Kerja Bakti Bersama Staf dan Perangkat RT/RW, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Maret 6, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan
  • Polsek Ma’rang Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil di Hari ke-16 Ramadan 1447 H
  • Lurah Ma’rang Pimpin Kerja Bakti Bersama Staf dan Perangkat RT/RW, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan
  • Persidangan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Kasus Narkoba: Kabidpropam Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru
  • Cegah Gangguan Kamtibmas, Personel Polsek Ma’rang Patroli Sambangi Obvit SPBU
  • Kapolsek Ma’rang Pimpin Patroli Pasar Tradisional Bonto-Bonto, Jaga Kamtibmas di Pertengahan Ramadan
  • Personel Polsek Ma’rang Amankan Safari Ramadhan di Masjid Nurul Huda Desa Punranga
  • Jembatan Gantung Dusun Pakka Diresmikan: Kapolda Sulsel
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Mengapa Polisi di Makassar Kesulitan Memadamkan Amarah Massa di Tallo?
Berita

Mengapa Polisi di Makassar Kesulitan Memadamkan Amarah Massa di Tallo?

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHNovember 19, 2025Updated:November 19, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

LINTAS-KHATULISTIWA.COM. M­akassar, kembali menjadi sorotan nasional. Bukan karena prestasi, melainkan karena bara api amarah yang tak kunjung padam, berwujud tawuran antarwarga yang kini tidak hanya merenggut kedamaian, tetapi juga melalap habis rumah dan harta benda.

Peristiwa di Pekuburan Beroanging pada 18 November 2025 menjadi puncak eskalasi. Tujuh rumah semi permanen hangus, dua motor terbakar, dan yang paling mengkhawatirkan: upaya penertiban oleh aparat Kepolisian dan Pemadam Kebakaran (Damkarmat) justru disambut perlawanan, bukan dukungan.

Pertanyaan krusial muncul: Mengapa aparat kepolisian, yang sejatinya bertugas menjaga ketertiban, tampak tak berdaya dan kesulitan serius saat membubarkan massa di Tallo? Jawabannya terkuak, bukan hanya karena kurangnya personel, tetapi karena adanya “Tembok Tak Terlihat” yang dibangun oleh masyarakat itu sendiri.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, memberikan gambaran yang menyakitkan tentang realitas di lapangan. Ketika polisi berusaha memadamkan bentrok, mereka berhadapan dengan lawan yang tak terduga—warga sekitar, bahkan dari kalangan ibu-ibu.

“Beberapa kali kita terlibat pembubaran tawuran, sering kali kita mendapatkan perlawanan dari warga sekitar, termasuk dari ibu-ibu yang menghambat pengamanan,” ujar Devi.

Fenomena ini menunjukkan dimensi masalah yang lebih dalam dari sekadar kenakalan remaja atau perseteruan antar kelompok.

Baca Juga:  IKM Pangkep Masuk Tiga Besar Industri Halal Nasional

Pertama, Komodifikasi Konflik: Di beberapa area, tawuran telah menjadi siklus yang diinternalisasi. Ada segelintir warga yang merasa mendapatkan ‘perlindungan’ atau ‘identitas’ dari konflik ini. Ketika polisi datang, yang berusaha dihentikan bukan hanya tawuran, tetapi juga struktur sosial yang telah terbentuk di sekitar konflik tersebut.

Kedua, Kurangnya Kepercayaan dan Dukungan: Ketika warga, termasuk ibu-ibu, secara aktif menghalangi tugas polisi, ini mengindikasikan rendahnya kesadaran kolektif terhadap bahaya tawuran serta minimnya kepercayaan terhadap solusi yang ditawarkan aparat keamanan. Polisi, dalam momen tersebut, tidak lagi dianggap sebagai pelindung, melainkan sebagai pihak ‘luar’ yang mengganggu aktivitas lokal, seburuk apa pun aktivitas itu.

Bahkan, tingkat kericuhan mencapai titik di mana patroli polisi pun diserang, membuat upaya pencegahan dini menjadi pekerjaan yang sangat berisiko.

Dampak dari resistensi warga ini terasa hingga ke lini darurat. Saat api melalap tujuh petak rumah di Beroanging, Kepala Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengonfirmasi bahwa timnya kesulitan menembus lokasi.

Bayangkan situasinya: Di satu sisi, kobaran api mengancam nyawa. Di sisi lain, lautan massa yang sedang bertikai atau menghambat lalu lintas membuat 15 armada Damkarmat terlambat tiba.

Temuan jeriken berisi bahan bakar di lokasi dan banyaknya ledakan petasan memperkuat dugaan bahwa api yang melahap rumah-rumah itu bukan sekadar efek samping, melainkan taktik disengaja dalam pusaran konflik. Ini adalah lonceng tanda bahaya bahwa konflik horizontal di Tallo telah bermetamorfosis menjadi aksi kriminalitas ekstrem yang mengancam keselamatan sipil massal.

Baca Juga:  Ricuh di SPBU Mamuju: Sopir Saling Tenteng Parang Gegara Senggolan Mobil

Situasi yang kolaps, di mana otoritas sipil tertekan oleh resistensi massa, memaksa negara untuk menunjukkan ketegasan dengan menurunkan kekuatan yang berbeda: Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, segera bertindak cepat. Penurunan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yonkav 10/Mendagiri dan 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) Kodim 1408/Makassar adalah langkah yang sangat strategis

Deterensi Maksimal: Kendaraan taktis dan kehadiran seragam loreng yang bergerak cepat memberikan efek deterensi (penggentar) yang jauh lebih instan dan efektif. Ini adalah simbol kekuatan negara yang tidak akan menoleransi anarkisme.

Kepercayaan Otoritas: Dalam situasi krisis, militer sering kali dilihat sebagai kekuatan netral yang murni bertujuan menjaga stabilitas. Hasilnya terlihat instan: atmosfer panas perlahan mencair, dan bentrok susulan berhasil dihindari.

Mayjen Bangun Nawoko menekankan bahwa kehadiran TNI adalah untuk memastikan stabilitas dan melindungi warga sipil, bukan untuk berpihak. Instruksi yang diberikan kepada prajurit adalah kombinasi antara ketegasan terukur dan profesionalisme tinggi.

Baca Juga:  Polri Apresiasi Dukungan Publik, Komitmen Transformasi Demi Pelayanan Prima di Bawah Kendali Presiden

Meskipun kekuatan militer mampu menciptakan kondisi “kondusif” secara cepat, Pangdam Bangun Nawoko menyadari bahwa kekuatan fisik hanyalah solusi sementara. Akar masalah tidak akan hilang sampai masyarakat sendiri yang menyadari pentingnya kedamaian.

Personel Kodim 1408/Makassar kini bertugas secara intensif berkoordinasi dengan Camat, Lurah, hingga tokoh adat dan agama. Tujuannya adalah meredam narasi provokatif dan membangun kembali jembatan dialog antara kelompok yang bertikai, khususnya Sapiria dan Borta.

Seperti yang ditekankan oleh AKBP Devi Sujana sebelumnya: “Yang bisa menghentikan tawuran itu sendiri adalah keinginan dari masyarakat. Itu yang paling utama.”

Kehadiran militer di Tallo adalah pengingat keras bahwa ketika kepolisian kesulitan karena kurangnya dukungan publik, negara akan menggunakan segala kekuatannya untuk memastikan hak warga negara untuk hidup damai terlindungi. Namun, upaya ini akan sia-sia jika kesadaran kolektif warga Tallo tidak bangkit.

Tallo kini berada di persimpangan jalan: Apakah konflik di Pekuburan Beroanging akan menjadi catatan kelam yang disudahi, ataukah ia akan terus menjadi siklus kekerasan yang memakan korban dari warga mereka sendiri. Jawabannya terletak di tangan masyarakat Tallo, bukan sepenuhnya di tangan senjata aparat.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Maret 7, 2026

Polsek Ma’rang Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil di Hari ke-16 Ramadan 1447 H

Maret 7, 2026

Lurah Ma’rang Pimpin Kerja Bakti Bersama Staf dan Perangkat RT/RW, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Maret 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

By Muhammad Taslim.SHMaret 7, 2026

Lintas-Khatulistiwa.com | Ma’rang – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman…

Polsek Ma’rang Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil di Hari ke-16 Ramadan 1447 H

Maret 7, 2026

Lurah Ma’rang Pimpin Kerja Bakti Bersama Staf dan Perangkat RT/RW, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Maret 6, 2026

Persidangan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Kasus Narkoba: Kabidpropam Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru

Maret 6, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Maret 7, 2026

Polsek Ma’rang Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil di Hari ke-16 Ramadan 1447 H

Maret 7, 2026

Lurah Ma’rang Pimpin Kerja Bakti Bersama Staf dan Perangkat RT/RW, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Maret 6, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.