Lintas-Khatulistiwa.com | Mamuju, Sulawesi Barat – Sebuah insiden yang melibatkan sejumlah pria menenteng senjata tajam jenis parang terjadi di area SPBU Belang belang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Keributan yang terekam video dan viral di media sosial ini dipicu oleh perselisihan antara dua sopir yang mobilnya saling bersenggolan saat mengantre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurut Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, keributan tersebut terjadi pada Kamis (5/2) malam di SPBU Belang belang, Kecamatan Kalukku. Perselisihan awal terjadi pada Rabu (4/2) malam, ketika mobil boks milik seorang sopir berinisial SH tidak sengaja disenggol oleh mobil pemuat tabung gas milik sopir berinisial SB yang juga sedang mengantre.
“Perihal keributan di SPBU Belang belang karena ada salah satu mobil yang disambar,” ujar Iptu Herman Basir kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Pada pertemuan pertama tersebut, kedua sopir sempat terlibat adu mulut, namun berhasil ditenangkan dan masing masing kembali ke kediaman mereka. “Terjadi adu mulut di saat pertama itu (Rabu malam), tapi selesai dan masing masing ini pulang setelah ditenangkan,” terang Herman.
Namun, eskalasi ketegangan kembali terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 19.30 Wita, ketika kedua sopir tersebut kembali bertemu di SPBU yang sama saat mengantre. Kali ini,insiden meningkat ketika SB datang membawa dua bilah parang dan menantang SH.
“SB membawa dua sajam berupa parang dan mengatakan kepada SH ‘dilanjutkan kemarin malam’. Kemudian SH berlari ke arah mobilnya untuk mengambil sebilah parang,” bebernya
lebih lanjut.Meskipun situasi memanas dengan kedua sopir sempat mencari senjata, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. “Tidak ada yang luka, karena kan memang tidak sempat saling serang langsung dan personel Polsek juga langsung ke lokasi,” kata Herman.
Terlihat dalam video yang beredar, beberapa pria membawa parang di area SPBU, bahkan ada enam orang yang tampak berusaha menenangkan salah satu pria yang membawa senjata tajam. Situasi sempat ricuh dengan adanya saling ayun parang, namun kejadian tidak berlangsung lama.
Saat ini, kedua sopir yang terlibat dalam keributan tersebut sedang dipertemukan di Mapolsek Kalukku untuk mediasi dan penyelesaian damai. Iptu Herman Basir menambahkan bahwa kedua sopir tersebut ternyata masih memiliki hubungan keluarga.
“Sedang mau dipertemukan di Polsek sekarang untuk bicara, jadi keduanya juga itu kan masih berkeluarga,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban dan menyelesaikan setiap perselisihan dengan cara yang damai dan tanpa kekerasan.

