LINTAS-KHATULISTIWA.COM MA’RANG,- Di jantung Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terletak Kampung Sabangnge, sebuah desa di Desa Pitua, Kecamatan Ma’rang, tempat budaya Bugis tumbuh subur. Sebelum denting palu dan deru mesin menandakan dimulainya pembangunan jembatan, sebuah tradisi unik yang disebut Mappaleso menjadi pusat perhatian.
Mappaleso bukan hanya sekadar upacara, melainkan ungkapan mendalam tentang hubungan mendalam masyarakat Bugis dengan warisan dan keyakinan mereka yang tak tergoyahkan. Ini adalah tindakan ritual untuk memohon berkah dan izin dari Allah SWT, guna memastikan penyelesaian jembatan berjalan lancar dan sukses.
Praktik yang sudah lama dilakukan ini merangkum tiga nilai inti yang mendefinisikan komunitas Bugis:
Kearifan Lokal: Mappaleso adalah bukti rasa hormat dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat setempat. Ini adalah keputusan sadar untuk menjaga api leluhur tetap menyala, mewariskan adat istiadat yang telah teruji oleh waktu.
Kesadaran Spiritual: Tradisi ini menekankan kepercayaan pada pengaruh dan keterlibatan Yang Maha Kuasa dalam semua usaha manusia. Ini adalah pengakuan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada usaha manusia, tetapi juga melalui anugerah ilahi.
Keselamatan dan Kesuksesan: Mappaleso berfungsi sebagai doa, permohonan untuk keselamatan dan keberhasilan selama seluruh proses pembangunan jembatan. Ini adalah cara untuk menangkal potensi rintangan dan memastikan hasil yang positif.
Menurut Kepala Desa Pitua, Muhammad Nasrullah, tradisi seperti Mappaleso memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat setempat. “Tradisi seperti Mappaleso,” tegasnya, “dapat memperkuat identitas budaya dan rasa kekeluargaan di desa kami.”
Oleh karena itu, Mappaleso merupakan contoh indah tentang bagaimana identitas budaya dan kepercayaan spiritual saling terkait untuk membimbing dan memberkati proyek-proyek penting, mengingatkan setiap orang yang terlibat tentang warisan yang kaya yang mereka warisi dan kehadiran ilahi yang menyertainya. Ini adalah bukti nyata dari kearifan abadi masyarakat Bugis dan komitmen mereka yang teguh untuk melestarikan warisan budaya mereka yang unik.

