Lintas-Khatulistiwa.com | Pangkep, Sulawesi Selatan Warga di wilayah Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, tengah dilanda kekhawatiran mendalam atas kondisi jalan provinsi yang membentang di daerah mereka.
‘Jalan yang merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat dari Makassar menuju Kota Pare Pare ini, kini dilaporkan mengalami kerusakan parah, menyerupai ” Lobang kubangan” dan membahayakan keselamatan para penggunanya.
Kerusakan Lobang Jalan yang kian memburuk ini, menurut keterangan warga, disebabkan oleh kombinasi curah hujan yang tinggi dan beban berlebih dari kendaraan roda sepuluh, atau yang akrab disebut dum truk.
“Dampak dari faktor faktor tersebut membuat kondisi jalan, khususnya di area Talaka, semakin mengkhawatirkan setiap kali hujan turun. Berbagai lubang menganga di badan jalan, terisi genangan air yang dalam, menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi pengendara.
Tabir Keselamatan yang Terkoyak:
Mahasiswi Menjadi Korban
Ironisnya, kondisi jalan berlubang ini tak lagi hanya menjadi keluhan semata, melainkan telah menelan korban. Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 10:40 pagi, seorang mahasiswi Politani Pangkep yang tengah dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Tondong Tallasa, menjadi korban dari salah satu lubang jalan yang dalam.
Insiden ini semakin mendesak pihak pihak yang bertanggung jawab untuk segera bertindak.
Siapa Bertanggung Jawab? Aspirasi Warga yang Tak Terpenuhi
Secara fundamental, pengelolaan dan tanggung jawab atas jalan provinsi berada di pundak Pemerintah Provinsi. Khususnya, kewenangan ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, aspirasi warga terkait perbaikan jalan provinsi yang rusak ini bukanlah sebuah fenomena baru.
Meskipun masyarakat telah berulang kali menyuarakan keluhannya, tindak lanjut yang berarti dari pemerintah provinsi masih belum terlihat. Upaya preventif telah dilakukan oleh aparat kepolisian, di mana jajaran Polsek Ma’rang, Polsek Segeri, Polsek Mandalle, serta Polres Pangkep, telah berusaha meminimalisir risiko kecelakaan dengan memasang tanda peringatan jalan rusak. Namun, tanda tanda tersebut, hingga kini, belum diikuti oleh tindakan perbaikan konkret.
Ancaman Nyata di Malam Hari dan Saat Hujan Deras
Kegelapan malam dan guyuran hujan menjadi momok bagi para pengguna jalan di jalur Laikang Talaka. Lubang lubang jalan yang tersembunyi di balik genangan air menjadi jebakan mematikan, terutama bagi pengendara roda dua dan empat. Bahaya ini bukan sekadar potensi, melainkan ancaman nyata yang dapat merenggut keselamatan jiwa.
Kondisi jalan yang parah ini, jika tidak segera ditangani, tidak hanya akan terus merusak infrastruktur, tetapi yang lebih krusial adalah mengancam keselamatan setiap individu yang melintas. Pemerintah Provinsi diharapkan dapat segera mendengarkan jeritan warga dan mengambil langkah sigap demi perbaikan jalan provinsi yang vital ini.

