LINTAS-KHATULISTIWA.COM. INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UNSolo, 17 Juli 2025 – Kabar duka mengacaukan Tanah Air dengan berpulangnya Kopral Partika Subagyo Lelono, atau yang akrab disapa Kopral Bagyo, pada hari Kamis, 17 Juli 2025, pukul 14.20 WIB. Sosok yang dikenal karena ketangguhan fisik dan aksi-aksi ekstremnya ini mengakhiri napas terakhir di kediamannya di Sumpingan RT 001/RW 006, Kadipiro, Solo, pada usia 61 tahun.
Data Pribadi & Rencana Pemakaman
Kopral Bagyo lahir pada tanggal 14 Desember 1963. Kepergiannya di usia 61 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang terinspirasi oleh semangatnya. Rencananya, jenazah beliau akan dimakamkan pada Jumat, 18 Juli 2025, pukul 11.00 WIB, di TPU Astanalaya Krembyongan, Kadipiro, Solo.
Kiprah Militer dan Pengabdian Pasca-Pensiun
Selama bertugas di militer, Kopral Bagyo merupakan purnawirawan Kopral Kepala CPM di Denpom IV/4 Solo. Namun, semangat pengabdiannya tidak berhenti setelah pensiun. Beliau tetap aktif di ranah sosial dan kemanusiaan, terutama sebagai relawan di PMI Surakarta dan bahkan berbagi ilmu sebagai pengajar di Politeknik AKBARA Surakarta.
Perjuangan Melawan Penyakit
Beberapa waktu terakhir diketahui, Kopral Bagyo menderita kanker usus besar. Meskipun sempat menjalani operasi untuk mengatasi penyakitnya, kondisinya mengalami penurunan drastis akibat pendarahan, hingga akhirnya menghasilkan napas terakhir pada Kamis siang.
Aksi Ekstrem yang Mengukir Namanya
Nama Kopral Bagyo melejit dan menjadi viral di seluruh Indonesia karena serangkaian aksi ekstrem yang menunjukkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Aksi-aksi heroik ini kerap kali dilakukannya sebagai bentuk ekspresi patriotisme dan kecintaannya di Tanah Air:
5 Oktober 2011 (HUT TNI ke-66): Meneguk minyak rem, mandi cabai, dan membayangkan rokok dengan dimakan.
4–5 Oktober 2012: Berjalan nonstop 86,4 km selama 24 jam mengelilingi Pura Mangkunegaran.
14 Desember 2012: Jungkir balik sejauh 5 km di tengah guyuran hujan.
21 Februari 2014: Menyapu abu Gunung Kelud nonstop selama 24 jam setelah erupsi.
6 Oktober 2014: Berjalan jongkok sejauh 1 km.
11 Mei 2015: Berdiri di atas ratusan paku sambil membawa bendera Merah Putih.
19 Mei 2017: Menggelar longmarch membawa obor demi membangkitkan semangat kebangsaan Bhineka Tunggal Ika.
Dedikasi untuk Sosial dan Kemanusiaan
Setelah pensiun dari dunia militer, Kopral Bagyo mengalihkan fokus dan energi besarnya ke aksi sosial dan kemanusiaan. Bersama PMI, beliau tak lelah memberikan pelatihan baris-berbaris, karate, dan pelatihan kedisiplinan bagi para mahasiswa, menunjukkan komitmennya pada pembentukan karakter generasi muda.
Kopral Bagyo tidak hanya akan dikenang sebagai “TENTARA TERKUAT” karena aksi-aksinya yang melampaui batas, tetapi juga sebagai sosok dermawan yang penuh semangat nasionalisme dan kemanusiaan. Beliau adalah inspirasi nyata tentang keberanian, disiplin, dan pengabdian tanpa batas.
Selamat jalan, Kopral Bagyo. Semoga almarhum mendapat ampunan Allah SWT, segala amal ibadahnya diterima, dan Ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semangat dan keteladanan beliau akan selalu menginspirasi. Amin.

