LINTAS-KHATULISTIWA.COM. SEGERI, Kabupaten Pangkep, 10 April 2025 – Awan kecurigaan menyelimuti Warga Kel.Bone, Kecamatan Segeri, Kab. Pangkep, menyusul dugaan salah urus dan distribusi yang tidak adil dalam proyek pengadaan tangki air baru-baru ini. Kekhawatiran muncul terkait alokasi anggaran Rp 100 juta (sekitar USD $6.200) untuk pembelian 100 tangki air, masing-masing berkapasitas 600 liter.
Menurut seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, penyaluran bantuan tangki air tersebut tidak merata. “Penyaluran tangki air tidak tepat sasaran. Ada penerima yang menerima tangki air lalu diberikan kepada yang lain,” kata warga tersebut. Kondisi ini pun mengundang tanya jawab di masyarakat dan menimbulkan spekulasi adanya potensi malpraktik yang melibatkan pejabat setempat, khususnya di Kelurahan, Kec.Segeri, Kab.Pa gkep.
Inti masalahnya terletak pada persepsi bahwa tangki-tangki tersebut tidak menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkannya. Warga mengklaim bahwa program yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah akses air tersebut justru dirusak oleh favoritisme dan potensi korupsi. Kurangnya transparansi dalam proses alokasi semakin memperburuk kekhawatiran ini.
Warga yang tidak mau disebutkan namanya itu menegaskan, ketidakpuasan masyarakat makin meningkat. “Pembagian Bak air (Tandong Air) yang tidak merata ini, yakni sebanyak 100 Tanki Air berkapasitas 600 liter per tangki yang dibeli dengan anggaran Pemerintah Daerah Rp 100 juta, tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Terkait dengan Dugaan tersebut, warga Kel. Bone mendesak agar pihak berwenang terkait segera mengusut tuntas. Mereka menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran bantuan dan meminta klarifikasi atas kriteria seleksi yang digunakan untuk mengidentifikasi penerima bantuan. Masyarakat berharap agar penyelidikan yang cepat dan tidak memihak dapat mengatasi masalah mereka, memulihkan kepercayaan terhadap pemerintahan daerah, dan memastikan bahwa sumber daya dialokasikan secara adil kepada mereka yang membutuhkan.
Sebelum berita ini di terbitkan sudah berulang kali Pihak media menghubungi Lurah Bone melalui Chat dan Call WhatShap namun tidak ada tanggapan .

