PANGKEP – Insiden kurang harmonis terjadi di kantor FIF Pangkep yang melibatkan pihak internal perusahaan dengan tim eksternal pengaman aset. Permasalahan ini mencuat usai sebuah unit kendaraan roda dua jenis Honda Beat Street yang telah diamankan oleh tim eksternal, tidak dapat diproses lebih lanjut akibat buruknya koordinasi administrasi di kantor tersebut.
Kejadian bermula ketika tim eksternal pengaman aset membawa unit motor ke kantor FIF Pangkep. Sesuai prosedur, mereka meminta Bukti Serah Terima Kendaraan (BSTK) kepada karyawan FIF Pangkep yang menjabat sebagai Supervisor (SVP) bernama Al Gazali. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi yang menimbulkan tanda tanya besar bagi tim pengamanan aset di lapangan.
“Permasalahan ini dipicu karena ada oknum dari pihak eksternal yang mengamankan motor dan mengarahkan ke kantor FIF, namun tidak ada respon yang baik dari kantor FIF Pangkep. Padahal, kami sudah diarahkan oleh pihak FIF Makassar untuk mengamankan unit tersebut, tetapi kami justru dicuekin oleh SVP bernama Al Gazali. Jadi ada apa dengan FIF Pangkep?” ujar salah satu anggota tim pengamanan aset.
Pihak tim eksternal mengaku telah mengantongi surat tugas dari pihak FIF Makassar, namun terkendala pada kelengkapan BSTK yang seharusnya diterbitkan oleh kantor cabang Pangkep. Karena tidak mendapatkan pelayanan dan kelengkapan administrasi yang memadai dari pihak internal, tim pengamanan aset akhirnya terpaksa melepas kembali unit motor tersebut.
“Kami sudah dilengkapi surat dari pihak FIF Makassar, sisa BSTK yang belum. Makanya kami arahkan unitnya ke FIF Pangkep, tapi begitu tiba, kami tidak dilayani dengan baik oleh pihak internal, khususnya Saudara Al Gazali selaku SVP,” tambahnya.
Atas kejadian ini, tim pengamanan aset sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh oknum tersebut. Pasalnya, ketidakjelasan administrasi ini secara langsung berdampak pada berkurangnya pemasukan kantor FIF dan merugikan pihak leasing.
Pihak tim pengamanan aset berharap agar pimpinan manajemen FIF Pangkep segera bertindak tegas dan memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan.
“Kami meminta kepada pimpinan FIF Pangkep supaya tolong tegur anggotanya yang bernama Al Gazali agar tidak terjadi hal demikian lagi. Sangat disayangkan jika aset tidak bisa diamankan karena kendala komunikasi internal yang tidak profesional,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen FIF Pangkep belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Masyarakat pun mempertanyakan transparansi dan efektivitas birokrasi di internal FIF Pangkep dalam menangani aset perusahaan

