Pangkep – Dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui program kesehatan lingkungan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bonto-Bonto, Aipda Wahyuddin, berpartisipasi aktif dan memantau proses verifikasi program 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Acara yang diselenggarakan oleh Puskesmas Ma’rang di Aula Kantor Desa Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, pada hari Senin, 11 Agustus 2025.
Verifikasi komprehensif ini berfungsi sebagai evaluasi penting terhadap implementasi program STBM di masyarakat setempat. Temuan ini akan berperan penting dalam menentukan apakah Kelurahan Bonto-Bonto memenuhi syarat untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai wilayah yang secara konsisten memenuhi standar STBM berkelanjutan.
Penilaian kritis ini melibatkan beragam pemangku kepentingan, yang menggarisbawahi upaya kolaboratif di balik inisiatif ini. Peserta yang hadir antara lain tim verifikasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Camat Ma’rang, Hj. Hartati, SE., MM., Kepala Puskesmas Ma’rang, Jumaide, SKM., Kepala Kel. Bonto-Bonto, Barhaman, S.Sos., MM., Bhabinkamtibmas Aipda Wahyuddin, Babinsa Sertu Ummain, beserta perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Lima pilar fundamental STBM yang diteliti dalam verifikasi adalah:
Penghentian Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS): Memastikan semua penduduk menggunakan fasilitas sanitasi yang layak.
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Mempromosikan praktik cuci tangan yang teratur dan benar.
Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT): Mendorong penanganan dan penyimpanan air dan makanan yang aman.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT): Menerapkan metode yang efektif untuk mengelola sampah rumah tangga.
Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT): Memastikan pembuangan dan pengolahan limbah cair rumah tangga yang tepat.
Dalam acara tersebut, Aipda Wahyuddin menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat atas dukungannya yang tak henti-hentinya dalam menyukseskan program ini. Beliau menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mewujudkan desa yang sehat dan produktif.
“Program ini bukan sekadar memenuhi standar penilaian; ini tentang menumbuhkan kebiasaan baik di masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih, kita dapat mencapai kehidupan yang sehat dan nyaman,” ujarnya.
Keberhasilan penyelesaian verifikasi ini akan menjadikan Kel. Bonto-Bonto sebagai contoh yang patut dipuji bagi daerah lain dalam penerapan prinsip STBM yang berkelanjutan dan menyeluruh, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

