LUWU, RAYA, .LINTAS-KHATULISTIWA.COM – 25 Januari 2026 – Aksi blokade di perbatasan Luwu Raya yang melibatkan massa dari Luwu dan Wajo dilaporkan masih terus berlanjut hingga hari ini, Minggu, 25 Januari 2026. Suasana di titik titik perbatasan tampak terkendali, namun akses jalan utama ditutup rapat menggunakan pagar besi, secara efektif membatasi arus lalu lintas demi terlaksananya lockdown yang digagas oleh para demonstran.
Dari atas mobil pengeras suara, salah seorang koordinator aksi tak henti hentinya menyerukan kepada massa untuk tetap bersatu dan menjaga kekompakan dalam gelombang protes ini. Seruan tersebut terdengar lantang, menggugah semangat para peserta aksi yang berkumpul.
Dalam pelaksanaan aksi lockdown Luwu Raya ini, para demonstran menerapkan kebijakan yang cukup ketat terkait kendaraan yang diizinkan melintas. Hal ini dilakukan semata mata untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan kepentingan darurat masyarakat, sekaligus sebagai bentuk penekanan tuntutan yang mereka ajukan.
Hanya empat jenis kendaraan yang mendapatkan kelonggaran untuk melewati blokade. Keempat jenis kendaraan tersebut adalah:
Ambulans: Untuk menunjang pelayanan medis darurat dan penyelamatan jiwa.
Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar): Guna memastikan kesiapan dalam penanganan bencana kebakaran.
Truk Tangki Bahan Bakar Minyak (BBM): Penting untuk distribusi energi yang krusial bagi operasional vital.
Kendaraan Pengangkut Tabung Gas Elpiji: Memastikan ketersediaan kebutuhan pokok rumah tangga.
Sementara itu, kendaraan kendaraan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori tersebut diminta untuk menunda perjalanannya hingga situasi di perbatasan kembali normal dan tuntutan para demonstran terpenuhi. Keputusan ini diambil untuk meminimalisir potensi gesekan serta memastikan fokus aksi tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan aksi blokade ini akan berakhir. Para demonstran bersikukuh bertahan, menunggu respon konkret dari pihak pihak terkait atas tuntutan yang mereka ajukan Pemekaran Luwu Raya menjadi Provinsi.
Situasi di perbatasan terus dipantau oleh aparat keamanan untuk menjaga ketertiban dan mencegah insiden yang tidak diinginkan.

