LINTAS-KHATULISTIWA.COM . JAKARTA,- Dalam sebuah langkah yang menuai perhatian besar, tokoh media Indonesia sekaligus mantan pesulap Deddy Corbuzier telah resmi diangkat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan. Upacara pelantikan yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin berlangsung pada hari Selasa, 11 Februari 2025, di Aula Bhineka Tunggal Ika, Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Peran khusus Corbuzier adalah sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan untuk Komunikasi Sosial dan Urusan Publik. Penunjukan ini menandakan pergeseran strategis ke arah pemanfaatan perangkat komunikasi modern dan keterlibatan publik untuk memperkuat inisiatif pertahanan nasional.
Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, menjelaskan alasan pemilihan tersebut. Menurut Brigadir Jenderal Wenas, Deddy Corbuzier dipilih karena pengaruhnya yang luas di dunia media dan keahliannya yang diakui dalam komunikasi publik.
Kementerian berharap kehadiran dan jangkauan Corbuzier yang signifikan di platform media sosial akan memberikan kontribusi besar terhadap tujuan Kementerian Pertahanan. Secara khusus, perannya akan difokuskan pada peningkatan literasi pertahanan di kalangan masyarakat dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya pertahanan nasional.
Penunjukan yang tidak biasa ini menyoroti perkembangan strategi pertahanan di abad ke-21. Dengan merekrut seorang tokoh yang dikenal mampu menarik perhatian khalayak luas melalui media digital, Kementerian Pertahanan bertujuan untuk terhubung dengan kelompok demografi yang lebih muda dan mengomunikasikan pentingnya keamanan nasional dengan cara yang relevan dan mudah dipahami. Keberhasilan inisiatif ini tidak diragukan lagi akan bergantung pada kemampuan Corbuzier untuk menerjemahkan konsep pertahanan yang kompleks menjadi konten yang menarik dan secara efektif memanfaatkan platformnya untuk mempromosikan persatuan nasional dan sentimen patriotik. Penunjukan ini juga menandai langkah penting dalam komitmen pemerintah Indonesia untuk merangkul strategi digital untuk keterlibatan dan pendidikan publik.

