LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep, 20 Januari 2025 – Cabang Gerakan Indonesia Bersatu (GRIB) Pangkep menggelar aksi damai hari ini di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejati) Pangkep, menuntut pengusutan tuntas dugaan tindak pidana korupsi di dua proyek pekerjaan umum besar, yakni pembangunan tugu jam baru dan pembangunan Rumah Sakit Batara Siang yang masih berlangsung.
Aksi protes yang dipimpin oleh Komandan Lapangan Ardan dari GRIB Jaya Pangkep itu menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk kedua proyek tersebut. GRIB Jaya sangat curiga adanya penyimpangan anggaran dan penyalahgunaan dana di kedua proyek tersebut.
“Kami di sini hari ini untuk menuntut pertanggungjawaban,” kata Ardan saat berpidato di hadapan massa di luar kantor Kejati. “Proyek tugu jam dan RS Batara Siang telah menghabiskan dana miliaran rupiah, dan kami menduga kuat bahwa uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Ada indikasi korupsi yang jelas.”
Ardan menantang langsung Kepala Kejati Pangkep untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana tersebut. Aksi protes yang diwarnai tuntutan keadilan dan transparansi ini menegaskan tekad lembaganya untuk memastikan penggunaan sumber daya publik secara tepat.
Kepala Seksi Intelijen Kejati Pangkep, Asradi, menemui para pendemo. Ia mengucapkan terima kasih kepada GRIB Jaya yang telah menyampaikan aspirasi mereka dan meyakinkan bahwa meskipun Kepala Kejati tidak dapat hadir karena sedang tidak bertugas, tuntutan mereka akan diteruskan untuk ditinjau dan kemungkinan ditindaklanjuti.
Demonstrasi tersebut sempat menimbulkan kekacauan. Demonstran GRIB Jaya memblokir lajur kiri jalan utama menuju Makassar dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Aksi ini memaksa Kepolisian Pangkep mengalihkan lalu lintas ke lajur kanan, sehingga arus lalu lintas dua arah untuk kendaraan yang menuju Makassar dan Pare Pare.
Meski lalu lintas terganggu, aksi unjuk rasa tetap berlangsung damai dan tanpa konfrontasi. Acara berakhir tanpa tanda-tanda eskalasi, sehingga tuntutan GRIB Jaya tetap teguh dan menunggu tanggapan dari Kejati Pangkep.
Tindakan GRIB Jaya menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran publik atas transparansi dan penggunaan dana publik. Sikap tegas organisasi tersebut mencerminkan meningkatnya tuntutan agar pejabat bertanggung jawab terkait pengeluaran dan pelaksanaan proyek-proyek penting di wilayah tersebut. Tuntutan untuk penyelidikan penuh tetap menjadi prioritas hingga resolusi tercapai.

