LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep berduka, salah seorang tenaga pendidiknya meninggal saat akan melaksanakan tugasnya di wilayah kepulauan Kecamatan Liukang Tangaya
Ketua PGRI Kecamatan Liukang Tangaya H.Abd.Azis S.Pdi M.Pd langsung merespon kejadian tersebut dengan mengkoordinir anggota PGRI Kecamatan Liukang Tangaya dalam pengurusan jenazah Almarhumah mulai di Puskesmas Tangaya sampai pemulangan Jenazah dari pulau Sapuka sampai di Rumah Duka di Pitue Kecamatan Ma’rang hal ini dia sampaikan saat berada di rumah duka,Pitue Ma’rang, kamis (16/1/2025)
” Kami dari keluarga Besar PGRI menanggung semua biaya Kepulangan Almarhumah sampai dirumah duka dan kami tidak membebani pihak keluarga dari semua biaya pemulangan Almarhumah, ini merupakan solidaritas dan kepedualian kami atas berpulangnya Almarhumah dan duka yang kami rasakan tidak sebanding dengan pengorbanan kami terhadap Almarhumah, dan secara pribadi berterima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan keluarga besar PGRI khususnya Liukang Tangaya juga kepada Keluarga besar Kapolsek Lk Tangaya, Danramil Lk.Tangaya , dan tokoh masyarakat Pulau Sapuka, atas bantuannya bisa sampai di rumah duka” imbuhnya
Lanjut pak Azis yang juga Kepala UPT SMPN 1 Liukang Tangaya menyampaikan Jenazah Almarhumah diantar sekitar jam 14.00 WITA di Pulau Sapuka dan sampai di Pelabuhan Paotere jam 06.00 pagi
” Jenazah langsung di sambut Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan,Dr.Sabrun Jamil,S.Pi,MP Koordinator Pengawas Kabupaten H.Syawir dan kerabat Almarhumah dan langsung diantar ke Rumah duka di kecamatan Ma’rang
Diberitakan sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep berduka atas meninggalnya Indriani, S.Pd., seorang guru yang berdedikasi di SMPN 8 Loukang Tangaya, yang meninggal dunia saat dalam perjalanan untuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Ibu Indriani, yang dikenal karena komitmennya terhadap pendidikan, telah memulai perjalanannya pada tanggal 13 Januari 2025, dengan menggunakan kapal sabuk Amukti Palapa tapi dalam perjalanan meninggal dan tidak sampai di Pulau tempatnya bertugas

