LINTAS-KHATULISTIWA.COM MAKASSAR – Senin,6 Januari 2025, Arus lalu lintas di gerbang tol Tallo Timur macet total siang ini akibat saldo e-toll yang rendah dan perilaku apatis serta tidak profesional dari petugas gerbang tol yang dinilai para pengemudi. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan kemacetan panjang dan membuat banyak pengendara frustrasi.

Masalah bermula saat seorang pengemudi yang tidak mau disebutkan namanya mencoba melewati gerbang tol. Ia mendapati saldo e-toll miliknya hanya Rp4.000, tidak cukup untuk membayar biaya tol. “Saya tidak sadar saldo e-toll saya kosong,” katanya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Menurut pengemudi, saat meminta bantuan, seorang petugas gerbang tol, yang mengaku dari Pangkep, mengabaikan keluhannya, dengan mengatakan, “Tunggu saja sampai ada dana cadangan.” Pengemudi itu mengungkapkan kekesalannya, dengan menunjukkan ketidakpraktisannya menunggu dana muncul secara ajaib tanpa menambah saldo.
Situasi makin memanas saat pengemudi mencari bantuan dari petugas keamanan. Ia mengklaim petugas keamanan mengabaikannya dan pergi begitu saja. Respons serupa datang dari petugas pintu tol pertama, yang dilaporkan meninggalkan pintu tol tanpa penjagaan, yang semakin memperparah kemacetan lalu lintas.


Insiden tersebut memicu kemarahan besar di antara pengemudi lain yang terpaksa menunggu dalam antrean panjang. Pengemudi menyuarakan ketidaksetujuan yang keras terhadap dugaan perilaku tidak profesional petugas tol, menuduh mereka lalai dalam melayani masyarakat. Banyak pengemudi berpendapat bahwa tindakan petugas tol membahayakan pengemudi lain yang sedang mengantre.
Situasi tidak kunjung berakhir hingga petugas gerbang tol lainnya, yang dilaporkan “berkeliaran”, mendatangi pengemudi yang terlantar itu, diduga meminta uang tunai sebesar Rp15.000. Pengemudi itu mengklaim bahwa gerbang tol baru dibuka setelah ia memberikan jumlah yang diminta, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan prosedur resmi.
Marah dengan kejadian tersebut, beberapa pengemudi menuntut agar pihak berwenang mengambil tindakan tegas terhadap petugas gerbang tol Tallo Timur yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka berpendapat bahwa tindakan mereka tidak hanya merepotkan tetapi juga merupakan pelanggaran standar pelayanan publik. Para pengemudi menuntut penyelidikan menyeluruh dan sanksi yang tepat untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi di masa mendatang. Insiden tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang pelatihan, pengawasan, dan akuntabilitas personel di gerbang tol Tallo Timur, yang menyoroti perlunya pendekatan yang lebih kuat dan profesional terhadap pelayanan publik

