Lintas-khatulistiwa.com.
Pangkep – Hari Kamis, 21 November 2024, menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan politik Kabupaten Pangkep. Di tengah hiruk-pikuk Kampanye Akbar yang digelar oleh pasangan calon bupati 01, Muhammad Yusran Lalo Gau dan Abdul Rahman Assagap, satu peristiwa menarik perhatian publik: kehadiran H.A. Baso Amirullah, mantan Bupati Pangkep yang ke-6, yang muncul dengan cara yang sangat berbeda dari biasanya.
H. A. Baso Amirullah, yang kini berusia 80 tahun, menunjukkan semangat yang tak pudar dalam orasi politiknya yang berapi-api. Dengan gaya yang khas dan penuh keyakinan, ia menyampaikan dukungannya kepada paslon muda MYL-ARA (Muhammad Yusran Lalo Gau dan Abdul Rahman Assagap). Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya generasi muda yang cerdas dan berpengalaman di ranah birokrasi untuk memimpin Kabupaten Pangkep ke arah yang lebih baik.
Namun, di tengah semarak kampanye, mobil yang ditumpanginya terjebak di area parkir, menjadi simbol ironi dari perjalanan politik yang terkadang tidak mulus. Situasi ini mengingatkan kita bahwa meskipun seorang pemimpin memiliki segudang pengalaman, terkadang tantangan tak terduga bisa saja terjadi. Mobil yang terjebak bukan hanya menjadi kekhawatiran bagi tim sukses, tetapi juga menggarisbawahi kenyataan bahwa dalam politik, seperti kehidupan, ada kalanya kita harus menghadapi rintangan yang tidak kita duga.
Kehadiran H.A .Baso Amirullah dengan bentor — kendaraan umum khas Pangkep — memberikan pesan yang kuat. Ia ingin menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah soal status atau kendaraan yang digunakan, tetapi tentang pelayanan kepada masyarakat. Bentor, yang sering kali dipandang sebelah mata, justru menjadi alat bagi H.A.Baso Amirullah untuk menunjukkan kedekatan dan kedekatannya dengan rakyat.
Kehadiran beliau dalam kampanye ini juga mengingatkan kita akan pentingnya generasi penerus yang akan meneruskan kepemimpinan ( MYL-ARA), yang dikenal sebagai orang berpengalaman di birokrasi dalam mengelolah pemerintahan dengan ide-ide segar, diharapkan bisa meneruskan perjuangan H.A.Baso Amirullah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Pangkep. Dengan pengalaman yang dimiliki, terutama oleh H.A. Baso Amirullah yang telah menjalani perjalanan politik yang panjang, ia memberi harapan bahwa pemimpin yang baik dapat lahir dari benih keberanian dan kecerdasan.
Sebagai masyarakat, kita perlu menilai calon pemimpin bukan hanya berdasarkan karisma atau cara berpenampilan mereka, namun juga berdasarkan substansi dan komitmen mereka terhadap kesejahteraan rakyat. Ketika seorang pemimpin naik bentor, jangan salah menilainya. Itu adalah sebuah simbol dari kemudahan dan keinginan untuk lebih dekat dengan rakyat. Dalam dunia politik yang sering kali dipenuhi dengan glamor, momen seperti ini harus menjadi pengingat bagi kita semua akan nilai-nilai kepemimpinan yang sesungguhnya.
Mari kita dukung pemimpin yang mampu dan berpengalaman membawa Pangkep yang lebih baik dan berdedikasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, terlepas dari bagaimana mereka tiba di panggung politik. Dalam setiap langkah mereka, ada harapan akan masa depan yang lebih baik untuk Kabupaten Pangkep.

