Lintas-Khatulistiwa.com | Nabire, 27 Januari 2026 – Sebuah insiden pendaratan darurat terjadi pada pesawat Smart Air jenis Caravan dengan nomor registrasi PK SNS pada hari Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 12.45 WIT. Pesawat yang dijadwalkan terbang dari Nabire menuju Kaimana dengan membawa 13 penumpang dan 2 kru ini dilaporkan mengalami gangguan mesin sesaat setelah lepas landas. Beruntung, berkat kesigapan kru, seluruh orang di dalam pesawat dilaporkan selamat.
Kejadian berawal ketika pesawat Smart Air yang sedang dalam penerbangan menuju Kaimana sebagai penerbangan subsidi, mendeteksi adanya indikasi gangguan pada mesinnya. Gangguan tersebut berdampak pada penurunan daya dorong (thrust power) pesawat. Menyadari potensi risiko, pilot memutuskan untuk segera kembali ke Bandara Nabire.
Namun, demi memastikan keselamatan seluruh penumpang, pesawat akhirnya melakukan pendaratan darurat di sebuah lokasi yang dikenal sebagai area “logpond” atau pantai Kaladiri, yang berlokasi di depan Bandara Nabire. Lokasi pendaratan darurat ini berada di bibir pantai, dekat dengan area bandara.
Tri Joko, Kepala Kantor Basarnas Nabire, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 12.46 WIT. “Seluruh penumpang sebanyak 13 orang dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Saat ini masih dilakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti penumpang di dalam pesawat,” ujar Tri Joko kepada awak Media
Pesawat nahas ini diketahui milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan tipe Cessna 208 Caravan dan nomor registrasi PK SNS. Menurut informasi awal, pesawat tersebut mengangkut total sebelas penumpang dan dua kru, yaitu Capt. Tania K sebagai pilot dan FO Bagus sebagai co pilot.
Menanggapi laporan insiden tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Nabire langsung bergerak cepat. AKBP Samuel Tatiratu, Kapolres Nabire, menyatakan bahwa pihaknya segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. “Begitu laporan diterima, anggota langsung menuju TKP untuk mengamankan lokasi serta melakukan langkah awal penanganan,” kata Samuel.
Pihak kepolisian hingga kini masih terus mengumpulkan informasi awal terkait penyebab pasti insiden ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi seluruh penumpang dan kru, serta melakukan langkah langkah pengamanan di lokasi kejadian.
Kabar baiknya, meskipun sempat mengalami situasi yang menegangkan, seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan aman.”Pungkas Kapolres

