Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Juli 13, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026

Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto

Juli 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua
  • Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas
  • Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Bersama Personel SPKT Patroli Monitoring Hajatan Pernikahan, Pastikan Situasi Tetap Aman dan Kondusif
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Bersama SPKT I Monitoring Pasar Malam, Pastikan Aktivitas Pengunjung dan Pedagang Berjalan Aman
  • Kebakaran Hebat Melanda Bonto Bonto Pangkep, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
  • Personel Polsek Ma’rang Patroli dan Pengamanan di Pasar Malam
  • Antisipasi Laka Lantas dan Tindak Kriminalitas, Polsek Mandalle Intensifkan Patroli malam
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto Resmi dianugrahi Gelar Pahlawan Nasional, Berikut Profilnya
Berita

Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto Resmi dianugrahi Gelar Pahlawan Nasional, Berikut Profilnya

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHNovember 10, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, 10 November 2025 – Pada Hari Pahlawan yang diperingati setiap tahun, Istana Merdeka menjadi saksi bisu keputusan monumental yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto. Di antara sepuluh tokoh bangsa yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, nama Jenderal Besar TNI (Purn) H. Muhammad Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia, secara resmi tercatat dalam daftar kehormatan tertinggi negara. Sebuah penetapan yang, tak pelak, akan kembali mengundang perdebatan sekaligus refleksi mendalam tentang narasi sejarah Indonesia.

Diberikannya gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, khususnya dengan kategori “Perjuangan” dari Jawa Tengah, menyoroti perannya yang tak terbantahkan dalam fase-fase krusial pembentukan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kisah hidup Soeharto bermula dalam kesederhanaan di Dusun Kemusuk, Bantul, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Sejak usia muda, kedisiplinan dan ketekunan yang membaja telah menapakkan jejak, sifat-sifat yang kelak menjadi fondasi karier militer dan politiknya.

Perjalanan militer Soeharto dimulai dari bangku KNIL, lalu bergabung dengan PETA di era pendudukan Jepang. Namun, panggung sejarah sebenarnya membentang pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sebagai Wakil Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Yogyakarta, ia memimpin aksi pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada tahun 1945, sebuah langkah berani yang menegaskan kedaulatan bangsa yang baru lahir. Puncaknya, perannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, sebuah operasi militer strategis yang berhasil merebut kembali Yogyakarta dari tangan Belanda, menjadi bukti heroiknya di medan perang.

Baca Juga:  Sakinah Terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Pangkep Periode 2025-2028

Karier Soeharto di Tentara Nasional Indonesia (TNI) melesat dengan cepat. Dimulai sebagai komandan resimen berpangkat mayor pada 5 Oktober 1945, ia kemudian diangkat oleh Jenderal Sudirman sebagai Komandan Resimen III pasca-Pertempuran Ambarawa. Dari Komandan Brigade Garuda Mataram hingga Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat, Soeharto menunjukkan kualitas kepemimpinan yang mumpuni, mencapai pangkat Mayor Jenderal sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Namun, nama Soeharto tak hanya dikenang sebagai pejuang kemerdekaan. Peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 menjadi titik balik yang mengantarkannya ke panggung politik nasional. Di tengah kekacauan dan ketidakstabilan, ia dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk memimpin Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), sebuah mandat krusial yang mengarah pada penerbitan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966. Dokumen ini secara efektif mentransfer kekuasaan, menandai berakhirnya era Orde Lama dan dimulainya Orde Baru.

Baca Juga:  Bupati Pangkep Pimpin Langsung Pelepasan Jenazah Camat Liukang Tupabbiring.

Selama 32 tahun kepemimpinannya, Soeharto memimpin Indonesia melalui enam kali pemilu, menjanjikan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi. Era Orde Baru memang berhasil mencapai swasembada pangan, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, dan menjaga persatuan bangsa dalam kerangka Pancasila. Namun, ia juga tak lepas dari kritik tajam terkait praktik otoritarianisme, penegakan hak asasi manusia, dan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) yang berujung pada gejolak reformasi Mei 1998 dan pengunduran dirinya.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa Soeharto, bersama sejumlah tokoh lain seperti Gus Dur, Marsinah, dan Syaikhona Kholil, telah melewati proses panjang dan memenuhi syarat untuk dianugerahi gelar tersebut. Gus Ipul secara bijak mengakui adanya “dinamika” atau penolakan dari sebagian masyarakat terkait gelar pahlawan untuk Soeharto. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari warisan seorang pemimpin yang mendominasi panggung sejarah Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Baca Juga:  Sejarah Laskar Merah Putih

Penobatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025 ini secara resmi mengukuhkan salah satu babak penting dalam historiografi bangsa. Lebih dari sekadar pengakuan formal, keputusan ini mendorong kita untuk kembali menelusuri, merenungkan, dan memahami kompleksitas sejarah Indonesia. Ia menantang kita untuk menerima bahwa sejarah adalah mozaik yang kaya, di mana setiap tokoh memiliki peran multidimensional, dengan jejak kontribusi yang gemilang sekaligus bayang-bayang kontroversi yang tak bisa dihapuskan. Gelar ini mungkin bukan akhir dari perdebatan, melainkan pemicu untuk dialog yang lebih konstruktif tentang bagaimana kita memaknai perjuangan dan kepemimpinan di negeri ini.

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Juli 13, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026

Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto

Juli 13, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

By Muhammad Taslim.SHJuli 13, 2026

Lintas-Khatulistiwa com | MAKASSAR – Nama Syekh Yusuf Al Makasari bukan sekadar catatan tinta dalam…

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026

Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto

Juli 13, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Bersama Personel SPKT Patroli Monitoring Hajatan Pernikahan, Pastikan Situasi Tetap Aman dan Kondusif

Juli 13, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Juli 13, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026

Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto

Juli 13, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.