Lintas-khatulistiwa.com. PANGKEP – KPasangan nomor urut dua calon bupati,dokter andi Nusawarta di dampingi wakilnya muhammad sofyan razak gencar melakukan sosialisasi program unggulan dan prioritas di Kelurahan kalabbirang kecamatan minasetene selasa (22/10/2024)
“Tokoh masyarakat sekaligus wakil ketua partai demokrat Andi saiful adam menyampaikan, bapak ibu sudah rasakan, pupuk susah, gaji honorer di potong, pelayanan kesehatan susah, pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) bansos tidak tepat sasaran, yang seharusnya dapat tidak dapat, sudah saatnya kita ganti bupati, dokter andi nusawarta dan sofyan razak solusinya.
“Dua puluh tahun yang lalu pangkep peringkat kedua terkaya di Sulawesi kini daerah nomor satu termiskin bapak ibu sudah rasakan, pupuk susah, gaji honorer di potong, pelayanan kesehatan susah, pendataan PKH dan bansos tidak tepat sasaran, yang seharusnya dapat tidak dapat, sudah saatnya kita ganti bupati,agar tidak miskin terus, dokter andi Nusawarta dan Sofyan Razak solusinya. Tegas Andi saeful
“Sementara itu syamsinar politisi partai Persatuan Pembangunan ( PPP), Sudah saatnya kita melakukan perubahan bersama dokter andi Nusawarta dan Sofyan Razak.
” Sudah saatnya kita melakukan perubahan dengan mencoblos nomor dua dokter Andi Nusawarta dan Sofyan razak karena pasangan ini lebih siap untuk perubahan di dukung 6 partai besar. ” Kata syamsinar
“Selanjutnya di tempat yang sama calon wakil bupati sofyan razak menyampaikan, pasangan nomor urut dua (2) dokter Cua -Sofyan datang dengan program yang berpihak pada rakyat.
“Kami tau betul apa yang menjadi persoalan pangkep, mulai dari, pupuk, pelayanan kesehatan, gaji honorer dan pembangunan yang tidak merata itulah alasan kami datang dengan program pro masyarakat, seperti kesejahteraan petani, nelayan, gaji pns, honorer, marbot dan imam masjid akan kami naikkan tapi pilih dokter cua -Sofyan Razak nanti tanggal 27 November. ” Kata Sofyan Razak
Calon Bupati nomor urut dua (2) dokter Andi Nusawarta, menyampaikan, pemimpin harus mengayomi rakyat, bukan di takuti dan di intimidasi.
“Saya dengar banyak penerima PKH di ancam, pemimpin tidak boleh mengintimidasi apa lagi mengancam warganya, PKH itu hak warga, kita harus lawan siapapun yang mengintimidasi atau menekan nekan. “Tegas dokter Cua

