Malang, –Unjuk rasa menolak rancangan undang-undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Malang, Jawa Timur, ricuh pada Minggu malam (23 Maret 2025), yang mengakibatkan korban luka-luka di kedua belah pihak dan kebakaran. Unjuk rasa yang digelar di depan gedung DPRD Kota Malang itu sempat diwarnai bentrok antara massa aksi dan aparat keamanan setelah massa aksi diduga melempar bom molotov.
Menurut siaran pers Aliansi Suara Rakyat (ASURO), sebuah aliansi yang mewakili suara rakyat, insiden tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa. Hingga pukul 21.25 waktu setempat, diperkirakan enam hingga tujuh pengunjuk rasa telah dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka. Yang menambah kekhawatiran, sekitar sepuluh pengunjuk rasa dilaporkan hilang, sementara tiga lainnya dilaporkan telah ditahan oleh polisi.
Kekerasan itu juga berdampak pada personel keamanan. Ipda Yudi Risdiyanto, Kepala Bagian Humas Kepolisian Kota Malang, membenarkan bahwa tujuh personel terluka dalam bentrokan itu. “Ya benar, tujuh personel terluka. Enam personel polisi dan satu anggota TNI,” kata Yudi pada Minggu malam. Dengan demikian, jumlah korban luka yang dilaporkan menjadi sekitar 14 orang.
Situasi memanas saat pengunjuk rasa diduga melemparkan dua bom molotov ke arah gedung DPRD. Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang bertindak cepat dan berhasil memadamkan api sebelum menyebar. Sebagai bentuk protes simbolis terhadap RUU TNI, pengunjuk rasa juga membakar seragam TNI. Selain itu, pos pengamanan di depan gedung DPRD juga dirusak.
Dugaan juga muncul mengenai tindakan personel keamanan, dengan laporan yang menuduh adanya penyitaan perangkat elektronik dan peralatan medis yang digunakan oleh tim medis di tempat.
Setelah beberapa jam terjadi kekacauan, situasi di sekitar gedung DPRD berangsur-angsur mulai stabil sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Para pengunjuk rasa perlahan mundur ke arah Jalan Kertanegara, sementara aparat keamanan tetap bersiaga tinggi untuk menjaga ketertiban di lokasi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah pasti korban atau perkembangan lebih lanjut terkait pengunjuk rasa yang dilaporkan hilang. Penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.

