Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel

April 30, 2026

Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional

April 29, 2026

Sentuhan Humanis Polisi, Patroli Malam Polsek Ma’rang Bangun Kedekatan dengan Masyarakat

April 29, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel
  • Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional
  • Sentuhan Humanis Polisi, Patroli Malam Polsek Ma’rang Bangun Kedekatan dengan Masyarakat
  • Tragedi Bekasi Timur: Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Renggut 7 Nyawa
  • Pangkep Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 30: Perkuat Komitmen pada Kemandirian dan Pelayanan Publik
  • Sambang Malam Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang, Ajak Remaja Jaga Keamanan Lingkungan
  • Tangkap Pengguna Narkoba pada Saat Patroli, Kapolres Pangkep Berikan Penghargaan Kepada Dua Personel Sat Lantas Polres Pangkep
  • Kapolda Sulsel Berikan Pengarahan kepada Personel Polres Luwu Utara, Tekankan Profesionalitas dan Disiplin Anggota
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Topeng Gelar dan Bayangan Akal: Sebuah Renungan
Berita

Topeng Gelar dan Bayangan Akal: Sebuah Renungan

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHSeptember 2, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Gambar adalah sebuah Ilutrasi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Renugan: Dalam panggung kehidupan sosial, terutama di ruang-ruang dimana kekuasaan dan otoritas diperebutkan, kita sering menyaksikan sebuah ironi yang tragis: seorang yang menduduki jabatan tinggi, dibalut gelar akademik yang mengilap, namun ketika membuka mulut, yang keluar bukan mutiara kebijaksanaan, melainkan suara sumbang yang tidak sinkron antara kedudukan dan kapasitas.

Orang semacam ini ibarat seorang dalang yang lupa terhadap narasi wayangnya sendiri. Dia memegang tongkat kekuasaan, tetapi tidak mampu menggerakkan lakon dengan benar. Ucapannya melompat-lompat, tidak mengalir pada satu garis logika yang utuh, melainkan terpecah-pecah dalam kesombongan dan kedangkalan. Yang lebih memilukan, ketika argumentasinya terjepit, bukan data atau penalaran yang dia sodorkan, melainkan privasi dan pengalaman pribadinya yang tidak relevan. Ini adalah sebuah pengakuan tak langsung bahwa gudang pengetahuannya kosong; yang tersisa hanyalah cerita tentang diri sendiri, seolah-olah hidupnya hanyalah satu-satunya kitab yang pernah dibaca.

Lalu, timbul pertanyaan yang menggumpal di benak banyak orang: Apakah ini merupakan suatu kelainan mental , atau sekadar watak yang telah membatu?

Baca Juga:  Pokmaswas Diharap Ikut Serta Jaga Kelautan dan Perikanan

Mungkin bukan kelainan mental dalam arti klinis yang patologis, melainkan lebih kepada patologi kekuasaan . Jabatan dan titel, jika tidak diimbangi dengan kerendahan hati dan kelapangan dada, dapat menjadi sangkar yang mengurung akal sehat. Orang tersebut memiliki arogansi intelektual —keyakinan bahwa gelarnya telah memberikan kebenaran mutlak, sehingga segala pendapat orang lain dianggap sebagai serangan, bukan pelengkap. Wataknya telah terkikis oleh ilusi superioritas. Dia susah menerima pendapat orang lain bukan karena tidak paham, tetapi karena tidak mau . Menerima berarti mengakui bahwa ada celah dalam pengetahuannya, dan itu adalah ancaman bagi ego yang sudah rapuh.

Inilah mengapa integritas dan kedewasaan mental seseorang justru teruji ketika dia memegang jabatan. Gelar hanyalah pigura, tapi isi lukisannya adalah karakter dan kejernihan berpikir.

Kejernihan dan Kekeruhan Pikiran

Pikiran ibarat sebuah mata air. Jika jernih, air yang mengalir darinya akan menyuburkan tanah, menghidupi tumbuhan, dan memberikan kesejukan bagi siapa saja yang meminumnya. Seorang yang berpikir jernih menyadari bahwa pengetahuannya bukanlah lautan yang penuh, melainkan sungai yang selalu haus untuk bertemu dengan anak-anak sungai lainnya (pendapat orang lain). Hasil dari pikiran yang jernih adalah kebijaksanaan ( kebaikan ), keputusan yang membangun, dan rendahan hati untuk terus belajar.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bersama Pengungsi Bencana Rayakan Tahun Baru 2026.

Sebaliknya, pikiran yang keruh adalah mata air yang tercemar. Setiap tetes yang keluar telah bercampur dengan prasangka, ego, dan ketakutan. Hasilnya adalah keruhnya tindakan dan perkataan. Orang yang pikirannya keruh melihat dunia melalui kaca mata kelam. Setiap saran yang masuk dibaca sebagai kritik, setiap perbedaan dilihat sebagai permusuhan. Dia tidak susah dinasihati karena nasihat itu tidak jelas, tetapi karena dinding egonya begitu tebal, sehingga tidak ada cahaya kebenaran yang bisa menembusnya.

Watak yang keruh ini adalah penjara bagi perkembangan diri. Orang itu terkunci dalam monolog dengan egonya sendiri, menyanyikan lagu kebenaran versinya sendiri yang sumbang, sambil bertanya-tanya mengapa tidak ada yang mau menyanyi bersamanya

Baca Juga:  Pererat Kemitraan, Polres Pangkep Gelar Buka Puasa Bersama Awak Media

Maka, pertanyaan sebenarnya bukanlah pada sah atau tidaknya gelar seseorang, atau tingginya jabatan yang dia duduki. Tetapi pada keterhubungan antara gelar, jabatan, dan kematangan karakter orang tersebut. Gelar tanpa wawasan adalah topeng, jabatan tanpa kebijaksanaan adalah boneka kekuasaan.

Orang yang bijak akan menggunakan jabatannya untuk memperluas wawasan, dan menggunakan gelarnya sebagai tanggung jawab untuk memberikan kontribusi yang lebih baik. Sementara orang yang wataknya keruh akan menggunakan keduanya sebagai tameng untuk menyembunyikan keruhnya sendiri.

Pada akhirnya, yang abadi bukanlah gelar di depan nama atau kursi yang diduduki, melainkan kebaikan dan kejernihan pikiran yang kita wariskan melalui perkataan dan perbuatan. Itulah gelar sejati yang tidak tercetak di atas kertas, tetapi terpateri dalam ingatan dan hati orang-orang yang kita pengaruhi.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel

April 30, 2026

Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional

April 29, 2026

Tragedi Bekasi Timur: Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Renggut 7 Nyawa

April 28, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel

By Muhammad Taslim.SHApril 30, 2026

Lintas-Khatulistiwa.com | Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menerima penghargaan prestisius…

Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional

April 29, 2026

Sentuhan Humanis Polisi, Patroli Malam Polsek Ma’rang Bangun Kedekatan dengan Masyarakat

April 29, 2026

Tragedi Bekasi Timur: Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Renggut 7 Nyawa

April 28, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel

April 30, 2026

Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional

April 29, 2026

Sentuhan Humanis Polisi, Patroli Malam Polsek Ma’rang Bangun Kedekatan dengan Masyarakat

April 29, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.