Lintas-Khatulistiwa.com | Pangkep, Misteri mengenai kendaraan yang digunakan untuk mengantar seorang pria paruh baya yang ditemukan meninggal dunia di teras Masjid Raodah Tuljannah, Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Selasa (6/2/2024) lalu, akhirnya terungkap. Kendaraan tersebut adalah sebuah mobil angkutan kota (angkot) atau yang akrab disapa pete pete, yang berhasil diamankan polisi di wilayah Kota Makassar pada Rabu (7/2/2024) malam.
Kanit Tipidum Satreskrim Polres Pangkep, Ipda Dipo Alam, membenarkan penemuan kendaraan tersebut. “Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan dan petunjuk rekaman CCTV, kami berhasil mengidentifikasi dan mengamankan mobil Pete pete yang digunakan korban sebelum meninggal dunia. Kendaraan itu ditemukan di wilayah Makassar, tepatnya di Kecamatan Tallo,” ujar Dipo, Kamis (8/2/2024).
Identifikasi kendaraan misterius ini berawal dari analisis rekaman kamera pengawas yang terpasang di sekitar masjid. Rekaman CCTV tersebut memperlihatkan detik detik korban diturunkan di lokasi kejadian oleh sekelompok orang. Dari rekaman itulah, polisi kemudian dengan sigap melakukan pelacakan terhadap mobil pete pete yang digunakan.
Upaya pelacakan tersebut membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan sopir pete pete yang berinisial MY (20).
“Hasil interogasi, sopir mengakui bahwa benar kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut korban dari Makassar menuju Pangkep,” jelas Ipda Dipo Alam.
Lebih lanjut, Dipo menjelaskan bahwa angkot atau pete pete tersebut disewa oleh warga dari Jalan Regge, Kelurahan Rappokalling, Kota Makassar. Biaya sewa yang disepakati adalah sebesar Rp 200.000.
Yang menarik dari pengungkapan kasus ini adalah identitas para pengantar.
Diketahui, rombongan yang mengantar korban berjumlah sekitar 10 orang remaja. Mereka rupanya berniat untuk membantu korban pulang ke kampung halamannya di Pangkep. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian sebelum akhirnya para remaja tersebut menitipkan korban di teras masjid.

