Lintas-Khatulistiwa.com PANGKEP – Kebakaran lahan yang melanda kawasan Lingkungan Tellang Tellang, Kelurahan Ma’rang, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, sempat memicu kepanikan warga setempat pada Selasa sore. Api dilaporkan berkobar hebat dan mulai merambat mendekati kawasan pemukiman penduduk sekitar pukul 15.00 WITA.
Merespons situasi genting tersebut, Lurah Ma’rang, Andi Rita Welly, S.Sos., segera mengambil langkah cepat dengan mengoordinasikan bantuan darurat. Melalui komunikasi cepat, ia segera meminta bantuan kepada dinas terkait agar armada pemadam kebakaran segera dikerahkan ke titik lokasi.
“Api menjalar di wilayah Kelurahan Ma’rang, tepatnya di Tellang Tellang. Kebakaran lahan sudah masuk ke area pemukiman warga,” tulis Andi Rita Welly saat situasi masih dalam kondisi kritis.
Respon cepat pun ditunjukkan oleh dinas terkait. Tidak berselang lama dari permintaan tersebut, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkep tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pencegahan penyebaran api. “Alhamdulillah, bantuan Damkar sudah tiba dan langsung bekerja,” ungkap Lurah di sela sela proses pemadaman.
Dalam operasi tersebut, Andi Rita Welly turun langsung ke lapangan bersama personel Babinsa, perangkat RT/RW, serta dibantu oleh masyarakat sekitar. Sinergi yang solid antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan warga terbukti efektif dalam melokalisasi api, sehingga jilatan api tidak sampai menjangkau rumah rumah penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan sudah mulai terkendali.
Andi Rita Welly menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah bahu membahu dalam upaya penyelamatan kawasan pemukiman dari ancaman kebakaran lahan tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Damkar, Babinsa, dan seluruh warga yang sigap membantu. Sinergi inilah yang menyelamatkan pemukiman kita dari musibah yang lebih besar,” ujarnya.
Meski api telah dijinakkan, ia memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat di wilayah Kelurahan Ma’rang untuk tetap waspada. Ia meminta agar warga tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu api cepat meluas dan sulit dikendalikan.

