LINTAS-KHATULISTIWA.COM | Pangkep, 15 Desember 2025. Di tengah perayaan Hari Kesadaran Gotong Royong (HKG) PKK ke-53 tahun ini, Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalo Gau, S.Pi., M.Si, mengajak seluruh kader untuk memperkuat peran strategis perempuan dan keluarga dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa sinergi, inovasi, dan kebersamaan adalah fondasi bagi ketahanan nasional yang berkelanjutan. “PKK tidak sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang mengubah peradaban melalui transformasi keluarga,” ujarnya tegas.
Sebagai organisasi yang telah menunjukkan komitmen selama 53 tahun, PKK dikenal dengan empat pilar utamanya: perbaikan kesehatan dan gizi keluarga, pemberdayaan peran ibu, pengembangan lingkungan, serta peningkatan kualitas pendidikan anak. Di bawah kepemimpinan Bupati Yusran, kader Pangkep diminta mengintegrasikan inovasi digital dalam pelaksanaan tugas, seperti konsultasi gizi berbasis e-health dan pelatihan usaha rumah tangga via webinar.
“Masih banyak tantangan, seperti ketimpangan akses digital atau rendahnya literasi finansial di pelosok desa. Tapi, ini malah justru menjadi peluang bagi kita untuk berinovasi,” papar Bupati, menyoroti pentingnya adaptasi dalam menghadapi era transformasi.
Keberhasilan pembangunan keluarga, menurut Bupati, sangat bergantung pada semangat gotong royong dan dedikasi kader. Tahun 2025 ini, kader di Kabupaten Pangkep telah membantu 15.000 keluarga dalam pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan. Pada Desember, program “Pangkep Bergerak” yang menggabungkan pemberdayaan UMKM perempuan dan rehabilitasi ekosistem pesisir melalui community mapping mendapat apresiasi nasional.
“Setiap tindakan kecil dari kader—seperti membantu akses air bersih atau membimbing usaha kerajinan—menjadi fondasi bagi Indonesia yang lebih kuat,” tambah Wakil Ketua PKK Pangkep, Hj. Siti Nurlaela.
Perayaan HKG PKK ke-53 di Ruang Pola Lantai II Pangkep bukan sekadar ritual simbolis, tetapi diisi dengan aksi konkret. Kegiatan seperti sayembara inovasi sosial, pelatihan manajemen lingkungan, dan lomba “Keluarga Indonesia Emas” diadakan untuk mendorong partisipasi masyarakat. Dengan tema “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Indonesia Emas,” acara tersebut menegaskan bahwa visi 2045 bukan target abstrak, melainkan tanggung jawab kolektif.
Langkah-langkah konkret telah dilakukan, seperti pembentukan komunitas literasi digital di 20 desa pesisir dan kemitraan dengan startup lokal untuk produksi obat tradisional herbal. Namun, Bupati Yusran mengingatkan, keberhasilan ini harus dibarengi dengan kesiapan menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan ancaman kesehatan. “Keluarga tangguh adalah pilar utama ketahanan nasional. Tanpa mereka, cita-cita Indonesia Emas akan sulit terwujud,” tegasnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan HKG PKK 2025 sebagai momen refleksi dan aksi. “Mulailah dari hal kecil: dampingi anak mengaji, tanam pohon di halaman, atau bangun koperasi keluarga. Bersama, kita bisa,” pungkasnya.

