LINTAS-KHATULISTIWA COM. Polsek Ma’rang- Udara di Kampung Alekarajae berkilauan dengan energi yang menggetarkan. Malam itu, Rabu, 24 September 2025, adalah malam perayaan. Alunan melodi, perpaduan semarak antara tradisi dan modern, menari di udara yang sejuk, berpadu dengan obrolan riang kerabat dan aroma hidangan pesta. Lentera-lentera memancarkan cahaya keemasan yang hangat di atas panggung darurat, tempat kedua mempelai, yang berseri-seri dalam balutan gaun indah mereka, menerima berkat dan doa. Inilah hajatan pernikahan – sebuah perayaan pernikahan, sebuah peristiwa yang terjalin erat dalam jalinan kehidupan masyarakat Pangkep.
Namun, di tengah kekacauan yang menggembirakan dan kehangatan kekeluargaan, sebuah tangan ketertiban yang tak terlihat sedang bekerja. Pertemuan besar, bahkan yang paling membahagiakan sekalipun, terkadang bisa menjadi keseimbangan yang rumit. Di sinilah Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) III Polsek Ma’rang turun tangan, diwujudkan dengan kehadiran Aiptu Amiruddin yang tenang dan fokus.
Kedatangannya bukanlah gangguan, melainkan nada halus yang menenangkan dalam simfoni malam itu. Seragamnya, mercusuar ketertiban yang samar, bergerak perlahan di antara kerumunan yang bersemangat. Aiptu Amiruddin hadir bukan untuk mengganggu kemeriahan, melainkan untuk memastikan kemeriahannya tetap terjaga. Ia mengamati, mendengarkan, dan sesekali, terlibat dalam percakapan yang tenang, kehadirannya merupakan bukti nyata komitmen polisi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pengawasan yang cermat ini, sebagaimana diutarakan oleh Kapolsek Ma’rang AKP Hj. Rahmania. S. Sos melalui Aiptu Amiruddin, lebih dari sekadar kewajiban; melainkan sebuah filosofi. “Pengamanan ini merupakan bentuk pengabdian kami agar masyarakat merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadahnya,” jelas Aiptu Amiruddin, suaranya sarat akan keyakinan. Hal ini menggarisbawahi sebuah model kepolisian di mana petugas bukan sekadar penegak hukum, tetapi juga peserta aktif dalam jalinan sosial, penjaga kedamaian sehari-hari.
Malam semakin larut, musik semakin keras, tarian semakin meriah. Anak-anak berkejaran di antara para tamu, tawa mereka menggema bebas. Para orang dewasa, tanpa beban kekhawatiran, berfokus pada momen itu, pada penyatuan dua keluarga, ikatan yang diperkuat bukan hanya oleh tradisi, tetapi juga oleh keyakinan diam-diam bahwa perayaan mereka aman. Aiptu Amiruddin dan timnya hadir secara konsisten, namun tanpa mengganggu, memastikan bahwa satu-satunya “insiden” malam itu adalah yang menyenangkan.
Selain menjaga ketertiban, personel kepolisian juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan kamtibmas —pesan penting tentang keselamatan publik. Pengingat yang lembut ini tentang memelihara kerukunan dan tetap waspada terhadap potensi gangguan—berfungsi sebagai penguatan halus atas tanggung jawab bersama, yang mempererat komitmen kolektif masyarakat untuk perdamaian.
Saat nada akhir musik memudar menjelang fajar, dan para tamu mulai bubar, rasa kepuasan mendalam menyelimuti Kampung Alekarajae. Pernikahan itu sukses besar – meriah, berkesan, dan yang terpenting, damai. Berkat dedikasi SPKT III Polsek Ma’rang, khususnya Aiptu Amiruddin, perayaan awal baru ini berlangsung lancar, aman, dan penuh kekeluargaan. Peristiwa ini menjadi pengingat yang kuat bahwa terkadang, tugas kepolisian yang paling penting bukanlah mengungkap kejahatan, melainkan mencegahnya, dan membiarkan kegembiraan bersemi, tanpa beban, dan bebas.

