Lintas-Khatulistiwa.com | PANGKEP – Di balik kesibukan menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, Alif, seorang pemuda asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, membuktikan bahwa dunia pertanian memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Saat ini, Alif tengah sibuk mengurus panen di kebun nanas madu miliknya yang berlokasi di Kampung Lappa Juara, Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.
Usaha yang kini dikelolanya berawal dari inisiatif sang ayah pada tahun 2025 yang memang menekuni bisnis nanas. Awalnya, mereka hanya mencoba menanam di lahan seluas satu hektar. Namun, melihat tingginya respons pasar dan permintaan yang terus meningkat, lahan pun diperluas hingga mencapai tiga hektar dengan total populasi mencapai 6.000 pohon.
“Kami membeli bibit seharga Rp1.500 per pohon untuk ditanam di lokasi ini. Awalnya hanya coba coba satu hektar, tapi karena pesanan banyak, akhirnya kami tambah terus sampai tiga hektar,” ujar Alif di sela sela aktivitas panennya.
Alif mengungkapkan bahwa menanam nanas tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Pengalamannya membuktikan bahwa nanas madu sangat membutuhkan lahan terbuka dan tanah yang masih asli, seperti lahan bekas hutan. “Saya pernah coba menanam di bekas tanah timbunan, ternyata tidak cocok. Seminggu setelah ditanam, warna daunnya langsung kuning,” tambahnya.
Setelah berusia 18 bulan, pohon pohon nanas tersebut telah memasuki masa panen . Buah buah segarnya pun telah menjangkau berbagai wilayah seperti Barru, Bulukumba, Pare pare, hingga Pinrang. Alif menyebutkan harga nanas madunya bervariasi antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per buah, tergantung pada ukurannya.

Potensi bisnis ini bahkan sempat melirik pasar internasional. “Ada pesanan dari Singapura, tapi kami belum bisa melayani karena belum menutupi modal usaha dan urusan pengiriman,” jelas Alif.
Di balik keberhasilannya, Alif menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah setempat. Seluruh modal usaha digelontorkan secara mandiri. Hal ini senada dengan keluhan petani jagung di wilayah tersebut yang mengelola hampir 100 hektar lahan tanpa bantuan pemerintah.
Menurut penuturan petani jagung setempat, seringkali pihak terkait hanya datang untuk mengambil dokumentasi (foto) saat musim panen tiba, namun tidak memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan usaha tani mereka.
Keunggulan Nanas Madu bagi Kesehatan
Nanas madu yang dihasilkan Alif tidak hanya manis, tetapi juga kaya akan khasiat kesehatan. Berikut adalah 5 manfaat utama mengonsumsi nanas madu:
Tinggi Enzim Bromelain: Membantu melunakkan peradangan (nyeri sendi/sinusitis), melancarkan pencernaan protein, dan mempercepat recovery otot setelah olahraga.
Booster Imun: Kandungan Vitamin C yang tinggi (80 100% kebutuhan harian) membantu melawan flu dan menjaga kesehatan kulit.
Energi Alami: Memiliki kadar gula alami dengan serat yang membantu melancarkan BAB serta memberikan energi yang stabil.
Antioksidan Tinggi: Mengandung Vitamin A, beta carotene, dan flavonoid yang baik untuk kesehatan mata serta menurunkan risiko peradangan kronis.
Menjaga Tekanan Darah: Kaya akan kalium dan minim sodium, sehingga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Kisah Alif menjadi pengingat bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, sektor pertanian lokal mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata, meskipun harus berjuang mandiri di tengah keterbatasan dukungan.

