PANGKEP, SULSEL -Lintas-Khatulistiwa.com,- Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda beberapa wilayah.
Himbauan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., http://M.Si. (MYL), menyikapi kondisi kualitas udara yang mulai menurun akibat paparan asap.
Dalam himbauannya, Bupati MYL meminta seluruh masyarakat Pangkep untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini dinilai sebagai pencegahan paling efektif untuk melindungi kesehatan dari dampak buruk kabut asap.
“Lindungi Diri, Lindungi Keluarga. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Pangkep tercinta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kabut asap akibat Karhutla ini sangat berisiko bagi kesehatan pernapasan kita,” ujar Bupati MYL, Rabu (14/10).
Bupati termuda di Sulsel itu menegaskan, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma menjadi pihak yang paling berisiko terdampak kabut asap. Oleh karena itu, ia meminta agar aktivitas luar ruangan dikurangi terutama saat kabut asap terlihat tebal.
Empat Poin Penting Himbauan Bupati Pangkep:
1. Wajib Gunakan Masker:* Gunakan masker medis atau KN95 saat berada di luar ruangan.
2. Batasi Aktivitas Luar:* Kurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.
3. Jaga Pola Hidup Sehat:* Perbanyak minum air putih, konsumsi buah dan sayur, serta tutup rapat pintu dan jendela rumah untuk meminimalisir paparan asap.
4. Segera Periksa ke Faskes:* Apabila mengalami gejala sesak napas, iritasi mata, batuk berkepanjangan, pusing, dan mual, segera periksakan diri ke Puskesmas, Pustu, atau Rumah Sakit terdekat.
Selain itu, Bupati MYL juga melarang keras masyarakat membuka lahan pertanian atau kebun dengan cara dibakar. Ia meminta seluruh kepala desa, lurah, camat, dan Babinsa/Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan sosialisasi dan pemantauan di wilayah masing-masing.
“Kami juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan titik api di wilayahnya kepada BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, atau pemerintah desa/kelurahan setempat. Jangan membuka lahan dengan membakar,” tegasnya.
Saat ini, Pemkab Pangkep terus berkoordinasi dengan Forkopimda, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan titik panas (hotspot) dan penanggulangan Karhutla agar tidak meluas dan membahayakan pemukiman serta kesehatan warga.
Pemkab Pangkep berharap dengan kesadaran bersama, dampak Karhutla dapat ditekan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

