Lintas-Khatulistiwa.com. Pangkep, Sulawesi Selatan –13/10/2025. Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman seorang putra terbaik Kabupaten Pangkep, Letnan Satu Anumerta Infanteri Fauzi Ahmad Sulkarnain. Prajurit TNI yang gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ini, mendapatkan penghormatan terakhir dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep yang diwakili oleh Dr. H. Muhammad Yusran Lalo Gau, S.Pi., M.Si.
Kehadiran Dr. Yusran Lalo Gau dalam upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Manggilu Bungoro Kab.Pangkep. ini adalah wujud nyata dari penghormatan dan rasa duka cita mendalam Pemerintah Kab. Pangkep, atas nama Bupati Kabupaten Pangkep. Beliau secara langsung menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral kepada keluarga besar almarhum Lettu Inf. Anumerta Fauzi Ahmad Sulkarnain yang ditinggalkan.
“Kami hadir di sini sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Pangkep, atas nama Bupati, untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan duka cita yang sedalam dalamnya atas gugurnya Letnan Satu Anumerta Infanteri Fauzi Ahmad Sulkarnain,” ujar Dr. Yusran Lalo Gau dengan nada haru. “Beliau adalah seorang prajurit sejati, putra terbaik asal Pangkep yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kedaulatan dan keamanan negara di Papua.”

Lettu Inf. Anumerta Fauzi Ahmad Sulkarnain gugur dalam menjalankan tugas mulia di medan tempur, menunjukkan dedikasi dan keberanian yang luar biasa. Pangkat “Anumerta” yang disandangnya adalah bentuk penghargaan negara atas pengorbanannya yang tak ternilai harganya. Gugurnya beliau tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pangkep yang merasa bangga memiliki putra daerah yang berbakti kepada bangsa.
Pemerintah Kabupaten Pangkep menyampaikan bahwa tindakan kepahlawanan Lettu Inf. Anumerta Fauzi Ahmad Sulkarnain akan selalu dikenang sebagai teladan keberanian dan patriotisme. Kehadiran perwakilan pemerintah pada pemakaman ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa keluarga pahlawan tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan berat ini,” tambah Dr. Yusran Lalo Gau. “Semoga arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di tempat terbaik sebagai syuhada yang telah gugur membela negara.”
Duka atas kepergian Lettu Inf. Anumerta Fauzi Ahmad Sulkarnain adalah duka seluruh bangsa, khususnya masyarakat Pangkep yang kehilangan salah satu putra terbaiknya. Pengorbanannya akan selalu menjadi pengingat akan beratnya perjuangan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

