LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah bertindak cepat dalam upaya pemulihan konektivitas, infrastruktur, dan layanan logistik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. Pernyataan ini disampaikan AHY langsung dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, pada Senin (2/12/2025), saat meninjau langsung kesiapan distribusi bantuan.
AHY menekankan bahwa pemulihan adalah prioritas utama untuk mencegah isolasi berkepanjangan bagi masyarakat dan wilayah terdampak.
“Pemerintah tentu bergerak di semua sektor. Saya selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki tugas utama untuk segera menggerakkan, mendorong kementerian kementerian di bawah koordinasi kami – khususnya Kementerian Pekerjaan Umum – untuk segera mengirimkan alat alat berat seperti ekskavator, loader, dan lainnya untuk membantu membersihkan sisa sisa longsor sekaligus menghubungkan kembali jalur jalur yang terputus,” tegas AHY dalam keterangan tertulisnya.
Menurut AHY, penanganan yang cepat sangat krusial. Jika tidak segera dilakukan, akan ada masyarakat dan wilayah yang tetap terisolasi, baik dari sisi komunikasi maupun jalur logistik akibat terputusnya akses darat. Ia menegaskan, situasi ini harus ditangani sesegera mungkin.
Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Belawan, AHY tidak sendiri. Ia didampingi oleh Menteri Transmigrasi Bapak Iftitah Sulaiman, Wadan Kodaeral I Brigjen TNI Ali Bahar Saragih, Komandan KRI Sutedi Senaputra 378 Letkol Pelaut M Suryo, serta keluarga besar TNI AL. Kehadiran mereka bersama ini bertujuan untuk memastikan langsung keberangkatan bantuan Presiden ke wilayah wilayah yang membutuhkan.
KRI Sutedi Senaputra 378 diberangkatkan dengan membawa lebih dari 50 ton bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut mencakup 40 ton beras dari Kementerian Transmigrasi, 10 ton beras dari Kementerian Sosial, serta tambahan sembako, mie instan, dan obat obatan esensial. Estimasi pelayaran menuju Lhokseumawe adalah sekitar 17–18 jam, dilanjutkan dengan 5 jam lagi untuk mencapai Idi Rayeuk.
“Mohon doa agar seluruh proses penyaluran bantuan ini berjalan lancar,” tutup AHY,

