LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Jakarta. Minggu Malam, 31 Agustus 2025.Rekan-rekan media, selamat malam.Malam ini, saya mendapat tugas penting dari Bapak Presiden. Saya tidak sendiri; di samping saya, hadir Panglima TNI, Kapolri, Menteri Dalam Negeri, dan juga Kepala Badan Intelijen Negara, serta ketiga Kepala Staf Angkatan—Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, dan Kepala Staf Angkatan Udara. Kehadiran mereka di sini menegaskan keseriusan dan kesolidan seluruh jajaran pemerintah dalam menghadapi situasi yang ada.
Teman-teman sekalian, saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Saya mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk menyampaikan beberapa hal yang menjadi hasil dari Sidang Paripurna Kabinet Merah Putih yang baru saja kami selesaikan. Hal-hal ini utamakan untuk disampaikan kepada media, dan diteruskan kepada seluruh bangsa Indonesia, demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik.
Pertama dan terpenting, Bapak Presiden saat ini berada di tanah air dan terus mengikuti perkembangan perkembangan yang ada di wilayah nasional kita, khususnya di Ibu Kota, di Jakarta. Beliau memastikan bahwa seluruh mekanisme pemerintahan dan keamanan berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam kaitan stabilitas nasional, Bapak Presiden memberikan penekanan tegas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan kepada Tentara Nasional Indonesia untuk tetap solid, bekerja sama, dan sama-sama bekerja dalam melaksanakan tugas untuk mencapai keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Tidak ada ruang bagi perpecahan atau tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Koordinasi adalah kunci utama.
Selain itu, dengan memperhatikan faktor-faktor keamanan, baik yang dimiliki oleh individu pribadi, pejabat, serta institusi negara, Bapak Presiden telah menugaskan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah-langkah yang diukur dan tegas terhadap terjadinya kegiatan pelanggaran hukum, dan pelanggaran juga terhadap penegakan hukum oleh pihak-pihak yang mencoba memecah belah persatuan, menyebarkan narasi provokatif, dan merongrong kewibawaan negara.
Kami memahami bahwa di belakangan ini terjadi eskalasi penyebaran informasi palsu, propaganda hitam, dan upaya-upaya provokasi yang sengaja dirancang untuk menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat keamanan. Presiden menegaskan, kebebasan menyatakan adalah hak asasi, namun kebebasan tersebut tidak boleh mencederai hak orang lain untuk merasa aman, tidak boleh mengancam persatuan bangsa, dan tidak boleh mengganggu izin umum.
Oleh karena itu, aparat keamanan tidak akan mengungkapkan segala bentuk aksi yang melanggar hukum, baik itu perusakan fasilitas umum, penyebaran hoaks yang memicu konflik SARA, penghasutan, maupun tindakan anarkis lainnya. Proses hukum akan ditegakkan secara adil, transparan, dan tanpa memandang bulu.
Presiden juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan. Para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan media massa, memiliki peran yang sangat vital dalam menyaring informasi dan menyejukkan suasana. Mari bersama-sama kita lawan segala upaya yang ingin memecah belah bangsa ini.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan perdamaian. Situasi berada dalam kendali. Seluruh jajaran TNI dan Polri telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, serta kecepatan respon dalam menghadapi setiap potensi ancaman. Kami memastikan negara hadir dan melindungi setiap warganya.
Mari kita jaga kedamaian, mari kita jaga Indonesia. Terima kasih.” Pangkasnya

