LINTAS-KHATULISTIWA.COM. BUNGORO, 3 Desember 2025 – Dalam upaya meredam ketegangan serta menindaklanjuti aksi spontan warga yang beberapa kali melakukan pemblokiran jalan di poros Biringkasi, Kapolsek Bungoro, Kompol Ridwan Saenong, S.H., M.H., bertindak sebagai fasilitator pertemuan mediasi antara perwakilan warga Biringkasi dan pihak PT Semen Tonasa. Pertemuan krusial ini dilaksanakan pada Senin, 1 Desember 2025, dengan fokus utama pada isu penerimaan tenaga kerja outsourcing.
Aksi pemblokiran jalan yang terjadi sebelumnya dipicu oleh keresahan warga, khususnya masyarakat “Ring Satu” di Biringkasi, yang merasa tidak adanya keterwakilan dari komunitas mereka dalam proses rekrutmen tenaga kerja outsourcing di PT Semen Tonasa. Kondisi ini menjadi pemicu utama ketidakpuasan dan serangkaian protes yang mengganggu akses umum.
Pertemuan mediasi ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting, antara lain:
Abdul Malik, selaku Kaur Humas PT Semen Tonasa.
Kompol Ridwan Saenong, S.H., M.H., selaku Kapolsek Bungoro.
Kapten Infanteri Hamka, selaku Kanit Keamanan PT Semen Tonasa.
Ibu Rahmatia, sebagai koordinator yang mewakili warga Biringkasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Ridwan Saenong menjelaskan bahwa inti pertemuan ini adalah menindaklanjuti aspirasi warga terkait kurangnya perwakilan masyarakat Ring Satu Biringkasi dalam penerimaan tenaga kerja outsourcing di PT Semen Tonasa. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebutlah yang memicu keresahan dan aksi pemblokiran jalan oleh warga beberapa waktu lalu.
Kapolsek Bungoro juga menghimbau agar setiap persoalan yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait rekrutmen tenaga outsourcing, disampaikan melalui jalur dialog yang baik dan terhormat. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai budaya lokal “Tudang Sipulung” sebagai wadah musyawarah yang mengedepankan kebersamaan dan penyelesaian masalah tanpa mengganggu kepentingan umum.
“Kami harap masyarakat terdampak lebih mengutamakan dialog dengan pihak perusahaan. Jalan umum adalah fasilitas bersama dan aksi penutupan jalan tentu merugikan banyak pihak yang juga membutuhkan akses tersebut,” tegas Kompol Ridwan Saenong, mengingatkan tentang dampak negatif dari penutupan akses jalan.
Pertemuan mediasi ini diharapkan dapat menjadi titik awal terciptanya komunikasi yang lebih baik dan berkelanjutan antara masyarakat Biringkasi dan pihak PT Semen Tonasa. Lebih jauh, mediasi ini juga diharapkan dapat mendorong hadirnya solusi yang adil, transparan, dan saling menguntungkan bagi semua pihak, sehingga ketegangan dapat diredakan dan stabilitas lingkungan terjaga.

