LINTAS-KHATULISTIWA.COM.. MA’RANG – 3 November 2025. Sebuah asa baru telah terbit di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1421/Pangkep secara resmi mengumumkan penyelesaian total pembangunan sumur bor di Jl. Pertiwi.
Proyek infrastruktur vital ini, yang didedikasikan untuk mengatasi krisis air bersih kronis di wilayah tersebut, disambut dengan luapan kegembiraan dan antusiasme yang tinggi dari seluruh warga setempat. Air yang mengalir jernih dari kedalaman bumi kini menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat.
Selama bertahun-tahun, warga Kelurahan Bonto-Bonto harus menjalani rutinitas berat, yakni menempuh jarak yang cukup jauh atau mengandalkan pembelian air tangki, terutama saat musim kemarau tiba. Sumber air yang selama ini tersedia seringkali tidak layak konsumsi, berpotensi membawa penyakit, dan sangat terbatas kuantitasnya.
Kehadiran Satgas TMMD, yang mengerahkan peralatan dan keahlian pengeboran yang mumpuni, menjadi jawaban atas kesulitan bertahun-tahun tersebut. Sumur bor yang kini berdiri kokoh di Jl. Pertiwi tidak hanya menjanjikan debit air yang melimpah, tetapi juga kualitas air yang teruji kebersihannya.
Komandan Kodim 1421/Pangkep, Letkol Int. Fajar, yang turut hadir dalam peninjauan terakhir, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran dan kesuksesan proyek tersebut.
“Sumur bor ini merupakan salah satu program prioritas TMMD yang bertujuan tunggal: meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Letkol Fajar.
“TNI hadir untuk mengatasi persoalan mendasar yang dihadapi rakyat. Dengan tersedianya sumur bor ini, diharapkan warga Kelurahan Bonto-Bonto dapat lebih mudah mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga yang terpenting, memasak dan minum.”
Letkol Inf. Fajar juga menekankan bahwa proyek ini adalah bukti nyata komitmen TNI dalam pembangunan daerah, memastikan bahwa infrastruktur dasar yang layak dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penyelesaian sumur bor TMMD ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan penentu masa depan kesehatan dan ekonomi warga. Keran air pertama yang dibuka dalam upacara sederhana di lokasi disambut dengan sorak sorai dan doa syukur.

Ibu Hajrah (55), salah satu warga senior di Jl. Pertiwi, tak mampu menahan air matanya saat melihat air jernih mengalir deras untuk pertama kalinya.
“Ini adalah kado terindah dari Bapak-Bapak TNI. Kami sudah tidak perlu lagi memikul jerigen jauh-jauh atau khawatir anak-anak sakit karena air kotor,” ujarnya penuh haru. “Lahan dan waktu kami yang sebelumnya habis untuk mencari air, kini bisa kami gunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif.”
Dampak positif dari pembangunan sumur bor ini diprediksi akan sangat signifikan. Akses air bersih yang mudah dan murah akan mengurangi beban biaya pengeluaran rumah tangga, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan, khususnya dalam penanggulangan penyakit berbasis air.
Dengan tuntasnya pembangunan sumur bor ini, Satgas TMMD telah menunaikan janjinya. Proyek di Ma’rang ini menjadi kisah sukses program kemanunggalan TNI, membuktikan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

