LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Pangkep, 11 Oktober 2025 – Sejumlah dokumen penting milik Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dikabarkan hilang dari gudang penyimpanan arsip pada Senin, 6 Oktober 2025 lalu. Hilangnya arsip yang disebut berisi data data vital periode 2023 hingga 2024 ini memicu kekhawatiran serius terkait operasional dan pertanggungjawaban keuangan dinas, serta menyoroti lemahnya sistem pengamanan aset negara.
Peristiwa hilangnya dokumen ini pertama kali diketahui ketika seorang staf Dinas Pendidikan memasuki gudang arsip dan mendapati beberapa karung berisi berkas administrasi dan laporan penting sudah tidak berada di tempat semula. Karung karung tersebut diketahui menyimpan data data krusial yang berhubungan langsung dengan operasional dan pertanggungjawaban keuangan dinas selama dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Sabrun, membenarkan adanya dugaan kehilangan dokumen tersebut saat dihubungi pada Jumat, 10 Oktober 2025. Ia menyatakan telah memerintahkan jajarannya, khususnya kasubag kepegawaian, untuk segera membuat laporan resmi kepada pihak berwenang guna menindaklanjuti insiden ini.
“Benar, ada beberapa karung arsip yang dilaporkan hilang. Kami sudah meminta kasubag kepegawaian untuk membuat laporan agar segera dilakukan penyelidikan,” ujar Sabrun.
Meskipun belum dapat memastikan jumlah pasti arsip yang hilang maupun isi detail dari dokumen tersebut, Sabrun menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan dan kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung. “Kami masih melakukan pendataan. Prinsipnya, kami ingin semua ditangani secara profesional dan terbuka agar masalah ini cepat terungkap,” katanya.
Menyikapi insiden ini, Dinas Pendidikan Pangkep berjanji akan memperketat sistem keamanan gudang arsip dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dokumen demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Kami akan pastikan sistem penyimpanan arsip diperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tandas Sabrun.
Hilangnya arsip vital ini sontak memicu keprihatinan di kalangan pemerhati pendidikan di Pangkep. Mereka menilai insiden tersebut merupakan indikasi nyata lemahnya sistem pengamanan dan pengelolaan aset administrasi di lingkungan pemerintah daerah. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana dokumen dokumen sepenting itu bisa hilang tanpa jejak.
Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut laporan kehilangan tersebut. Hal ini pun menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menilai, lemahnya penyelidikan Polres Pangkep dalam menetapkan tersangka pelaku pencurian dokumen negara yang dianggap penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat memprihatinkan.
Insiden ini kini menjadi tantangan besar bagi Kapolres Pangkep untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik pencurian dokumen yang menimbulkan dugaan janggal di mata publik ini, terutama setelah laporan resmi diajukan. Masyarakat menantikan langkah konkret dan tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan akuntabilitas dan keamanan data data penting milik negara.

