LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep, – Menanggapi aksi unjuk rasa yang terjadi pada hari Senin, 14 April 2025, Direktur PT. Semen Tonasa Asruddin menyampaikan pidato di hadapan DPRD Kabupaten Pangkep pada hari Selasa, 15 April 2025, dalam rapat yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama. Rapat yang digagas untuk mendorong dialog antara perusahaan dan masyarakat sekitar (Ring 1) ini membahas pandangan PT. Semen Tonasa terhadap tuntutan masyarakat dan rencananya untuk masa mendatang.
RDP DPRD Kab Pangkep yang dipimpin oleh Ketua H. Haris Gani, Wakil Ketua H. Andi Ilham Zainuddin, dan Ketua Komisi II H. Lutfi Hanafi, beserta anggota Komisi III diantaranya H. Saharuddin (Nasdem), H. Mustari Dg. Mase, dan tim Humas DPRD, dihadiri oleh Kepala Desa Biringere, Muh. Sawir, dan perwakilan dari dua belas desa dan masyarakat sekitar Ring 1 Tonasa.
Mengakui Keprihatinan Masyarakat dan Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Lokal:
Direktur Asruddin mengawali sambutannya dengan mengakui dan menghargai berbagai kekhawatiran yang muncul selama demonstrasi. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Bugis Makassar, yaitu Sipakatau (menghormati sesama) dan Sipakalebbi (saling menghormati), dan menyatakan bahwa PT. Semen Tonasa bertujuan untuk membina hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar.
“Kami memahami dan sangat menghargai tuntutan masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Sipakatau dan Sipakalebbi bersama masyarakat sekitar Tonasa,” ungkap Dirut Asruddin.
Dirut menyoroti sejarah perusahaan dalam melaksanakan program-program komunitas, menyebutnya sebagai “kado server” (hadiah server) di bawah kepemimpinan sebelumnya. Ia meyakinkan masyarakat bahwa PT. Semen Tonasa tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan mereka dan menegaskan kembali bahwa program-program akan terus berlanjut, dengan penyesuaian yang dilakukan berdasarkan keadaan yang berkembang. Ia mengungkapkan pemahamannya tentang sentimen lokal, berdasarkan pengalaman masa lalunya di PT. Semen Tonasa pada tahun 1998 dan kepulangannya baru-baru ini setelah penugasan selama tujuh tahun di Vietnam. Ia menekankan keakrabannya dengan aspirasi masyarakat sekitar, menyoroti hubungannya yang telah terjalin lama dengan perusahaan.
Dirut PT.Semen Tonasa, Asruddin memberikan konteks kinerja perusahaan saat ini, mengakui tantangan yang ditimbulkan oleh meningkatnya persaingan di pasar semen Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pasar yang sebelumnya didominasi Tonasa kini mencakup lima pemain utama, termasuk pemain signifikan dari Tiongkok seperti PT Conch (kapasitas 8 juta ton) dan Singa Merah (kapasitas 9 juta ton), pendatang baru di pasar Tonasa pada tahun 2023.
Meningkatnya persaingan ini telah menyebabkan pergeseran strategis dalam operasi. Sementara sebelumnya, Tonasa 2, 3, 4, dan 5 semuanya beroperasi, saat ini hanya Tonasa 4 dan 5 yang aktif berproduksi. Pabrik-pabrik yang lebih tua, Tonasa 2 dan 3, dalam keadaan siaga karena tekanan pasar. Ia mengaitkan hal ini dengan biaya investasi yang lebih tinggi yang terkait dengan pabrik-pabrik lama berteknologi Eropa dibandingkan dengan teknologi Cina yang lebih baru dan lebih terjangkau yang digunakan oleh para pesaing.
Ia menjelaskan, meski permintaan semen di wilayah pasar Tonasa (Kalimantan hingga Papua) berkisar antara 13-15 juta ton per tahun, total kapasitas produksi seluruh perusahaan semen di wilayah tersebut melonjak hingga 30 juta ton, jauh melebihi permintaan. Surplus ini berdampak pada berbagai aspek perusahaan, termasuk pengelolaan tenaga kerja.
Menangani Kekhawatiran Mengenai Outsourcing dan Berkomitmen pada Dialog:
Terkait dengan masalah khusus terkait outsourcing yang menjadi faktor kunci dalam demonstrasi baru-baru ini, Dirut Asruddin menyatakan bahwa ia segera memulai koordinasi dan rapat internal setelah mengetahui masalah tersebut. Ia mengumumkan bahwa Kepala SDM akan diinstruksikan untuk mengundang kepala desa dan tokoh masyarakat setempat dalam rapat untuk mengevaluasi ulang dan menyesuaikan kebijakan outsourcing.
Ia menegaskan kembali komitmen awal perusahaan untuk mengoordinasikan keputusan alih daya dengan kepala desa dan pimpinan masyarakat Ring 1, dan menegaskan kembali bahwa komitmen ini akan ditegakkan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi terbuka, dengan menyatakan, “Apa yang diminta masyarakat melalui kepala desa dan pimpinan masyarakat setempat sangat sederhana. Kami memiliki mekanisme dan saluran komunikasi; tidak perlu ribut-ribut tentang hal itu.” Ia dengan tegas menginstruksikan departemen internal untuk mematuhi komitmen ini, menekankan konsekuensi yang berpotensi merusak jika mengabaikannya, dengan menggunakan idiom Bugis Makassar yang kental.
Menangani Masalah Desa Barabatu Kompensasi bagi Warga yang Terkena Dampak:
Mengakui dampak kegiatan PT Semen Tonasa terhadap warga Desa Barabatu, Ring 1 , perusahaan berjanji akan menerbitkan keputusan untuk secara resmi mengakui dan mendukung mereka yang terkena dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Terkait dengan masalah infrastruktur jalan, Direktur Asruddin menjelaskan bahwa tekanan ekonomi saat ini mengharuskan pendekatan yang lebih strategis terhadap pengeluaran. Karena akan ada penggantian tanur utama, diperlukan investasi finansial yang signifikan. Oleh karena itu, perusahaan berencana untuk memprioritaskan perbaikan dan penambalan jalan tahun ini, dengan solusi yang lebih komprehensif yang direncanakan untuk tahun depan. Ia meyakinkan masyarakat bahwa pemeliharaan jalan tetap menjadi prioritas.
Rapat Dengar Pendapat DPRD menjadi ajang komunikasi terbuka antara PT. Semen Tonasa dengan masyarakat sekitar. Komitmen Direktur Asrun untuk menanggapi berbagai masalah masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai lokal, dan membina dialog berkelanjutan menandakan upaya baru untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Pertemuan mendatang dengan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat mengenai alih daya akan menjadi langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak. Perusahaan menyadari berbagai tantangan yang dihadapinya dalam lanskap pasar yang dinamis dan tetap berkomitmen untuk menemukan solusi yang menguntungkan perusahaan dan masyarakat sekitar.

