Lintas-Khatulistiwa.com, Ma’rang –, 27 Agustus 2025 – Sebuah langkah progresif dan humanis diambil oleh Pemerintah Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, pada hari ini. Bertempat di balai desa, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa digelar dengan format inklusif, secara khusus menyasar aspirasi dan kebutuhan kaum disabilitas, perempuan, dan anak untuk menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 siang ini menjadi wadah penting bagi kelompok masyarakat yang selama ini kerap terpinggirkan, memastikan suara mereka didengar dan diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret.
Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul Munir, dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat pemerintah desa terhadap inklusivitas. “Musrenbang inklusif ini adalah upaya serius kami untuk membuka ruang selebar-lebarnya bagi mereka. Kami ingin kelompok disabilitas, perempuan, dan anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang aktif menyuarakan permasalahan dan kebutuhan mereka sendiri,” ujar Nasrul, penuh semangat.

Kepala Desa Pitue menambahkan, fokus utama terletak pada pencarian solusi atas permasalahan dan kebutuhan mendasar mereka, baik di lingkungan sekolah bagi anak-anak, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, maupun isu-isu spesifik yang dihadapi kelompok perempuan. “Kami membuka ruang, membuka akses agar mereka mampu berbicara. Kami ingin mereka menikmati proses menyampaikan aspirasi, sehingga aspirasi perempuan dan aspirasi para penyandang disabilitas benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan desa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa Pitue ini menekankan bahwa kebutuhan-kebutuhan dari kelompok rentan ini akan menjadi prioritas utama dalam alokasi anggaran tahun 2026. “Memberi ruang dan memberikan akses adalah kunci, agar anak-anak, disabilitas, dan perempuan merasa dipedulikan dan diperhatikan oleh pemerintah desa mereka sendiri. Melalui Musrenbang ini, mereka mampu bersuara dan berbicara untuk kebutuhan fundamental mereka,” tutup Nasrul, berharap kegiatan ini membawa dampak positif yang berkelanjutan.

Musrenbang inklusif ini menunjukkan komitmen kolektif dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan. Turut hadir Camat Ma’rang, Hj. Hartati, SE, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Desa Pitu. Selain itu, hadir pula Babinsa Desa Pitu dan Babinkamtibmas Desa Pitue, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para pengurus Dusun, RT/RW, serta perwakilan dari sektor pendidikan yang diwakili oleh 30 orang guru dan siswa dari tingkat SD dan SMP. Kehadiran kader Posyandu dan perwakilan kelompok perempuan juga semakin memperkuat representasi dalam musyawarah ini, memastikan setiap suara memiliki tempat dalam pembangunan Desa Pitu menuju masa depan yang lebih adil dan merata.
Sumber:Desa Pitue
foto: Desa Pitue

