PANGKEP, Sulawesi Selatan – 26 Oktober 2026 — Hari ini, tepat 26 Oktober 2026, SULTAN FAJAR TASLIM resmi menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Sersan Dua (Serda).
Lahir di Jakarta, 30 Maret 2007, anak kedua dari tiga bersaudara, putra tunggal dari keluarga sederhana. Ayah berdarah Bugis dan Ibu berdarah Betawi asli (Empo). Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Jakarta Selatan, tanah kelahiran Ibundanya.
Hidup sederhana dengan pekerjaan tidak menentu, orang tuanya yang lahir dari keluarga kurang beruntung memutuskan hijrah ke Makassar setelah Ibundanya sakit, tepatnya di Kampung Laikang, Kel. Talaka, Kec. Ma’rang, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia tinggal di Rumah Reok peninggalan kakeknya, Almarhum H. Abd Latif Gallareng.
Sultan menghabiskan masa sekolah di MAN Pangkep (Madrasah Aliyah Negeri Pangkep) dan lulus 2025 dengan aktif di organisasi Paskibraka MAN Pangkep. Pesan sang Bapak yang selalu ia pegang: “JANGAN TINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU.”
Setelah lulus SMA 2025 di usia 17 tahun, ia nekat kembali ke Jakarta, bekerja sebagai Kurir Shopee dan penjual Ayam Penyet Jeletot Bonsar di Jl. Kebon Besar, Jakarta Selatan, demi membantu ekonomi orang tua dan biaya kuliah S1 kakaknya di Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar. Di masa remajanya ia gemar membantu mengambil rumput sapi milik orang tuanya.
Setelah 8 bulan di Jakarta, di usia 18 tahun ia kembali ke Pangkep dan diajak sahabatnya, Aril, bekerja di SPN Batua Makassar Polda Sulsel sebagai pelayan siswa SEBA Polri selama 3 bulan. Dari sanalah ia melihat pengumuman seleksi SECABA PK.38 http://GEL.III TA 2026 dan tertarik.
Diam-diam ia mendaftar online tanpa sepengetahuan orang tua, bermodalkan keyakinan kepada Allah SWT, fisik, mental, dan bakatnya sebagai Karateka Sabuk Hitam DAN 1.
Sang Ayah kaget saat dihubungi untuk mengirim foto KTP dan KK untuk validasi data, dari Panda hingga Pantukhir Pusat. Sang Ayah hanya bisa pasrah, “Kalau sudah kehendak Allah, tidak ada yang sulit bagi hamba-Nya.”
Pada 27 Agustus 2026, pukul 02.00 dini hari, telepon tak dikenal menginformasikan pengumuman Pantukhir Pusat di Pakkatto keesokan harinya. Keluarga berangkat pukul 03.00 dan menunggu 10 jam di lapangan Rindam XIV Hasanuddin bersama ratusan keluarga peserta.
Pukul 16.30, saat memasuki lapangan, terdengar teriakan dari jauh: “Pah, ini Fajar! Alhamdulillah anakmu diterima!”
Air mata tak terbendung. Tas sobek penuh jahitan dan sepatu lusuh pemberian anggota Polri saat ia masih menjadi pelayan di SPN Batua menjadi saksi bisu perjuangannya.


Dan puncaknya Setelah Mengikuti Pendidikan Pertama BINTARA TNI ADA, hari Senin, 26/10/2026, SULTAN FAJAR TASLIM resmi dilantik menjadi Prajurit TNI AD dengan pangkat Sersan Dua Infanteri, Lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2026, Rindam XIV Hasanuddin.
Prinsip hidupnya: Jika kita berusaha, serahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

