LINTAS-KHATULISTIWA.COM. BLORA, Jawa Tengah – Gelombang kerusuhan melanda Blora, Jawa Tengah, menyusul munculnya Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), sebuah organisasi sosial yang baru terbentuk. Kehadiran GRIB telah memicu reaksi keras dari Pemuda Pancasila (PP), sebuah organisasi lokal terkemuka, yang berpuncak pada bentrokan keras yang telah mengakibatkan belasan orang terluka.
Ketegangan mulai meningkat dengan permusuhan terbuka yang diungkapkan oleh Pemuda Pancasila terhadap GRIB. Munaji, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Blora, membuat posisi organisasinya sangat jelas. “Tidak akan ada GRIB di luar Blora,” Munaji menyatakan hanya sehari sebelum kekerasan meletus. “Jika mereka muncul, mereka akan menghadapi Pemuda Pancasila.” Dia menegaskan ketidaksetujuan mereka terhadap kehadiran GRIB, khususnya kantor pusatnya di Ngawen, dengan mengklaim organisasi tersebut belum menyelesaikan pendaftaran hukum yang diperlukan dan beroperasi secara ilegal. “Ini Blora, bukan tempat acak!” kata Munaji, diakhiri dengan pernyataan yang mengancam, “Jika mereka ingin berurusan dengan Pemuda Pancasila, biarkan saja!”
Konflik yang terjadi pada Selasa, 14 Januari 2025 itu berakhir dengan pecahnya konflik. Sebuah kendaraan milik Pemuda Pancasila dengan nomor polisi B 1728 UZM dilaporkan disergap saat berhenti di lampu merah perempatan Karangjati. Menurut Sigit, Ketua RT setempat yang menyaksikan kejadian itu, sekelompok orang yang diduga anggota GRIB mengepung kendaraan PP yang sedang menunggu di lampu merah. “Mobil Pemuda Pancasila itu sepertinya melaju dari arah utara dan berhenti di lampu merah,” jelas Sigit. “Mereka dihadang oleh kelompok GRIB dari arah selatan, lalu terjadilah kerusuhan.” Penumpang kendaraan PP yang jumlahnya lebih banyak dilaporkan menjadi sasaran penyerangan brutal, yang mengakibatkan luka fisik dan kerusakan pada kendaraan mereka.
Kekerasan itu tidak hanya terjadi di simpang Karangjati. Bentrokan kedua terjadi di jalan raya Ngawen-Kunduran, tepatnya di Desa Klokah, Kecamatan Kunduran. Akibat kedua insiden itu, 12 orang mengalami luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit. “Insiden pertama di Karangjati mengakibatkan delapan orang luka-luka, dan insiden kedua di Kunduran mengakibatkan empat korban,” lapor AKBP Wawan Andi Susanto, Kapolres Blora, pada Rabu, 15 Januari 2025.
Sebagai tanggapan, satuan tugas gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Nasional (Polri) telah mengerahkan patroli besar-besaran di Blora dalam upaya menjaga keamanan dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Pihak berwenang berupaya menegakkan ketertiban dan menenangkan warga di tengah kekhawatiran nyata akan munculnya konflik baru.

