Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pengguna Sabu di Kalukalukuang Ditangkap, Laskar Merah Putih  (LMP)  Pangkep Desak Penindakan Tanpa Toleransi

April 18, 2026

Geger Pesisir Pantai Pangkep: Warga Temukan ‘Harta Karun’ 1 Kg Sabu Tak Bertuan

April 17, 2026

Peduli Sesama, Aksi Solidaritas Gabungan Universitas Alauddin Makassar Bersama Masyarakat Padang Lampe Galang Bantuan Korban Kebakaran

April 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pengguna Sabu di Kalukalukuang Ditangkap, Laskar Merah Putih  (LMP)  Pangkep Desak Penindakan Tanpa Toleransi
  • Geger Pesisir Pantai Pangkep: Warga Temukan ‘Harta Karun’ 1 Kg Sabu Tak Bertuan
  • Peduli Sesama, Aksi Solidaritas Gabungan Universitas Alauddin Makassar Bersama Masyarakat Padang Lampe Galang Bantuan Korban Kebakaran
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambang di Resepsi Pernikahan Warga Binaan
  • Polisi Hadir di Tengah Masyarakat, SPKT I Polsek Ma’rang Sambangi Hajatan Pernikahan di Laikang
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Pantau Harga Beras di Pasar Tradisional, Pastikan Situasi Aman dan Stabil
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Hadiri Hajatan Warga di Punranga, Wujudkan Kedekatan dengan Masyarakat
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pos Kamling, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Api Amarah di Makassar: Ketika Joget DPR RI dan Gilasan Baja Memantik Revolusi Kecil
Berita

Api Amarah di Makassar: Ketika Joget DPR RI dan Gilasan Baja Memantik Revolusi Kecil

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHAgustus 30, 2025Updated:Agustus 30, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

LINTAS-KHATULISTIWA.COM.Jakarta– , 30 Agustus 2025. Kota itu berdarah, bukan karena perang, melainkan karena api amarah yang tidak rusak. Langit malam yang seharusnya tenang, kini didekorasi dengan lidah-lidah api yang berkilauan, memantulkan bayangan gelap dari gedung-gedung yang terbakar. Jalanan yang biasanya ramai pikuk, kini bergema dengan pekikan “Revolusi!” dan raungan sirene yang tenggelam dalam riuhnya massa. Inilah salah satu fakta memanasnya nusantara, dipicu oleh arogansi kekuasaan dan tragedi jalanan yang berujung maut.

Kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online di Jakarta, bukan sekadar kecelakaan. Ia adalah simbol ketidakadilan yang memilik. Affan meregang nyawa di bawah gilasan mobil lapis baja BRIMOB saat membeku, tubuhnya hancur, nasibnya mengenaskan. Namun, yang lebih membakar bara di hati rakyat adalah respons yang terasa hambar dari para pemangku kekuasaan. Di tengah duka dan kemarahan nasional, beredar video anggota DPR RI yang justru terlihat berjoget ria, merayakan sesuatu di gedung megah tempat mereka seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat. Kontras yang mencolok antara tarian riang mereka dan tangisan keluarga yang bersumpah yang menjadi sumbu ledak.

Di Makassar, gelombang solidaritas itu pecah. Jumat, 29 Agustus 2025, mahasiswa dari berbagai organisasi turun ke jalanan AP Pettarani. Awalnya, aksi di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) ini adalah bentuk protes damai, menyuarakan kemarahan atas tragedi Affan dan keangkuhan para wakil rakyat. Dua ruas jalan ditutup, kemacetan parah melumpuhkan kota. Ban-ban bekas terbakar, asap hitam mengepul, dan sebuah kontainer mobil yang diadang berubah fungsi menjadi panggung orasi, tempat suara-suara sumbang menuntut keadilan bergemuruh.

Baca Juga:  Audit Kinerja Tahap II, Polres Pangkep Siap Tingkatkan Profesionalisme dan Transparansi

Namun, batas tipis antara aspirasi dan anarki runtuh seiring terbenamnya matahari. Massa yang semakin sulit teridentifikasi, dengan wajah-wajah tertutup masker, mulai bergerak. Kericuhan pecah di sejumlah titik.

Pos Polisi Lalu Lintas di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin menjadi korban pertama. Batu-batu berhamburan, lalu api menjilat, mempercepat bangunan kecil itu hingga menyisakan puing hangus. “Awalnya banyak yang dilempar batu. Baru tidak lama dibakar,” ujar seorang Saksi mata yang enggan menyebut namanya, dengan suara bergetar. Setelah membakar pos polisi, ratusan orang itu kembali menyatu dengan gelombang massa di depan UNM, seolah mengisi ulang energi kemarahan mereka.

Tak lama kemudian, kemarahan massa berpindah ke Kantor DPRD Kota Makassar. Gedung yang seharusnya mewakili suara mereka, kini menjadi monumen bisu kemarahan. Karena utama diketahui rusak, enam motor yang tak pemiliknya diseret keluar dan terbakar. Bahkan beberapa mobil yang terparkir di dalam area kantor juga menjadi sasaran. Pintu masuk utama ditekan, massa masuk, dan api kembali menyala di area parkir. Pelemparan batu tak henti-hentinya, menyebabkan lalu lintas di AP Pettarani lumpuh total. Sekitar pukul 22.40 WITA, kantor DPRD Kota Makassar mulai terbakar setelah sebuah mobil disulut api. Suara ledakan terdengar bersahutan, mengacaukan malam. Di tengah kekacauan dan kekacauan, teriakan “Revolusi! Revolusi!” menggema, menggetarkan setiap sudut kota.

Baca Juga:  Prabowo Saksikan Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi Adies Kadir dan Lantik Wakil Menteri Keuangan

Api menjilat lebih tinggi. Tak hanya Kantor DPRD Kota Makassar, gedung Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pun tak luput dari amukan massa. Sekitar tujuh mobil yang terparkir di dalamnya terbakar, dan pada pukul 22.25 WITA, api mulai menjalar ke gedung utama. “Masih menyala api. Damkar belum datang,” kata seorang saksi mata yang ketakutan.

Bahkan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pun tak luput. Sekitar pukul 00.35 WITA, massa membakar pos jaga dan kendaraan roda empat di depannya. Molotov dilemparkan berulang kali, mengubah gedung yang seharusnya menjadi pusat legislasi provinsi menjadi lautan api. “Dilempari bom molotov sambil teriak revolusi revolusi,” ujar saksi mata lainnya, menggambarkan pemandangan mengerikan itu.

Di tengah lautan api dan ketakutan itu, sebuah tragedi pribadi terukir. Syaiful, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, yang hadir untuk rapat paripurna mewakili Camat Amanda Syahwaldi, terjebak di dalam gedung DPRD Kota Makassar yang terbakar. Dalam ketakutannya, ia nekat melompat dari lantai empat. “Terjebak api, makanya lompat turun,” kata Camat Amanda Syahwaldi dengan suara tercekat. Syaiful sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Ia adalah korban pertama yang meninggal dunia.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, pada Senin, 15 Desember 2025.

Dini hari tanggal 30 Agustus mengungkap kenyataan yang lebih pahit. Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Selain Syaiful, seorang anggota Satpol PP yang belum teridentifikasi identitasnya juga tewas. Dan yang terakhir, seorang wanita bernama Sarina, staf pendamping anggota dewan Andi Tendri Uji, ditemukan tak bernyawa saat proses pemadaman api. Tiga nyawa melayang, menjadi tumbal dari amarah yang meluap.

Makassar malam itu bukan hanya membakar gedung. Ia membakar cermin, menunjukkan retakan dalam sendi-sendi kebangsaan. Kejadian ini adalah peringatan keras: bahwa arogansi kekuasaan yang berjoget di atas penderitaan rakyat, ditambah dengan kekerasan aparat yang merenggut nyawa, bisa menjadi percikan api yang membakar habis tatanan yang ada. Api di Makassar mungkin telah padam, namun bara di hati rakyat masih menyala. Sebuah pengingat pahit, bahwa tarian di atas penderitaan rakyat dan gilasan baja atas nyawa tak berdosa bisa memantik badai yang tak terduga, dan mengubah amarah menjadi revolusi.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Pengguna Sabu di Kalukalukuang Ditangkap, Laskar Merah Putih  (LMP)  Pangkep Desak Penindakan Tanpa Toleransi

April 18, 2026

Geger Pesisir Pantai Pangkep: Warga Temukan ‘Harta Karun’ 1 Kg Sabu Tak Bertuan

April 17, 2026

Peduli Sesama, Aksi Solidaritas Gabungan Universitas Alauddin Makassar Bersama Masyarakat Padang Lampe Galang Bantuan Korban Kebakaran

April 17, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Uncategorized

Tiga Pengguna Sabu di Kalukalukuang Ditangkap, Laskar Merah Putih  (LMP)  Pangkep Desak Penindakan Tanpa Toleransi

By Muhammad Taslim.SHApril 18, 2026

Lintas-Khatulistiwa.com | PANGKEP — Penangkapan tiga warga yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di…

Geger Pesisir Pantai Pangkep: Warga Temukan ‘Harta Karun’ 1 Kg Sabu Tak Bertuan

April 17, 2026

Peduli Sesama, Aksi Solidaritas Gabungan Universitas Alauddin Makassar Bersama Masyarakat Padang Lampe Galang Bantuan Korban Kebakaran

April 17, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambang di Resepsi Pernikahan Warga Binaan

April 17, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Tiga Pengguna Sabu di Kalukalukuang Ditangkap, Laskar Merah Putih  (LMP)  Pangkep Desak Penindakan Tanpa Toleransi

April 18, 2026

Geger Pesisir Pantai Pangkep: Warga Temukan ‘Harta Karun’ 1 Kg Sabu Tak Bertuan

April 17, 2026

Peduli Sesama, Aksi Solidaritas Gabungan Universitas Alauddin Makassar Bersama Masyarakat Padang Lampe Galang Bantuan Korban Kebakaran

April 17, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.