Lintas-Khatulistiwa.com Pangkep – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang, Kelurahan Ma’rang, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, melalui inisiatif Lurah Andi Rita Welly, M.A., S.Sos., M.M., telah mengambil langkah proaktif.
Kegiatan prioritas yang dilakukan adalah pemangkasan dahan rimbun atau yang biasa disebut penopingan, terutama pada pohon pohon tua atau yang berpotensi rapuh. Fokus utama dilakukan di sepanjang Jalan Poros Pangkep- Makassar yang hampir Menutupi Ruas jalan,Kelurahan Ma’rang, serta di area area publik dan permukiman warga.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mengurangi beban pada pohon, yang dapat memperbesar risiko tumbangnya saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Lurah Ma’rang, Andi Rita Welly, menyampaikan secara langsung bahwa kegiatan pemangkasan pohon ini dilakukan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Babinkamtibmas, Babinsa, Sekretaris Kelurahan (Seklur), Kepala Kesos (Kakesos), serta para Ketua RT dan RW.
“Kami menyadari tingginya potensi pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang. Apalagi jika kondisi pohon tersebut bebannya terlalu berat. Pohon yang besar, tua, dan rimbun tentu lebih rawan roboh,” ujar Lurah Andi Rita Welly.
Selain melakukan pemangkasan secara langsung, Lurah Ma’rang juga secara aktif mengimbau kepada seluruh masyarakat Kelurahan Ma’rang untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan. Warga dihimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan atau berteduh di bawah pohon yang rindang saat kondisi cuaca buruk, terutama ketika hujan disertai angin kencang.
“Saya yakin masyarakat Kelurahan Ma’rang saat ini sudah sangat bijak. Namun, kami tetap perlu mengingatkan agar bagi warga yang memiliki pohon besar di lingkungannya masing masing, agar dapat memangkas ranting rantingnya atau batang yang terlalu tinggi. Ini penting untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan seperti robohnya pohon sewaktu waktu akibat hujan deras,” tambahnya.

