LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep, Jum’at,11 Maret 2025- Aliansi Gerakan Mahasiswa Pangkep menggelar aksi unjuk rasa maraton pada Jumat, 11 Maret 2025, untuk menuntut tindakan terkait pemecatan tenaga honorer/THL (Tenaga Harian Lepas) di Kabupaten Pangkep. Tenaga honorer/THL tersebut kabarnya terdaftar dalam basis data BKN (Badan Kepegawaian Nasional).
Jenderal Lapangan (Jendlap) Aliansi Gerakan Mahasiswa Pangkep, A. Muh. Adyaksa menyatakan, itu diawali dengan demonstrasi di kantor Kecamatan Ma’rang, tempat mahasiswa menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka. Tidak puas dengan tanggapan awal, aliansi melanjutkan aksi protes mereka ke kantor Bupati Pangkep, dengan harapan mendapatkan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, tidak adanya penyelesaian yang pasti membuat mahasiswa semakin gencar melakukan aksi.

Tujuan akhir mereka adalah kantor DPRD Kabupaten Pangkep. Di sana, mereka akhirnya bertemu dengan perwakilan, Budi Amin, SE, Ketua Komisi 1. Ia menyetujui tuntutan aliansi dan berjanji akan memfasilitasi RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) dan pejabat terkait di Kecamatan Ma’rang.
“Insya Allah, Senin ini kami akan menggelar RDP di DPRD,” kata Ketua DPRD Budi Amin seraya meyakinkan mahasiswa yang berunjuk rasa bahwa aspirasi mereka akan dipertimbangkan secara serius. Komitmen Ketua DPRD dan anggota dewan lainnya ini memberi secercah harapan bagi para pekerja honorer yang diberhentikan.
Aksi unjuk rasa maraton yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa ini menunjukkan urgensi dan keseriusan situasi. RDP yang dijadwalkan pada hari Senin akan sangat penting dalam menentukan masa depan para pekerja honorer yang diberhentikan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki situasi. Masyarakat akan mengamati dengan seksama proses tersebut untuk melihat apakah DPRD menepati janjinya dan memastikan penyelesaian yang adil bagi mereka yang terdampak.

