LINTAS-KHATULISTIWA.COM Makassar, – Dalam upaya bersama untuk menjamin ketahanan pangan di daerah, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan SH, SIK, MH, M.Si., dan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Profesor Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 15 Januari 2025. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung ketersediaan stok pangan pokok di provinsi tersebut.
Rombongan tingkat tinggi tersebut juga terdiri dari sejumlah tokoh penting seperti Wakil Ketua DPRD Sulsel, Wali Kota Makassar, Kepala Bulog Sulselbar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Kepala Bank Indonesia Sulsel, dan sejumlah pejabat Forkopimda atau yang mewakili. Kabid Humas Polda Sulsel turut mendampingi dalam peninjauan tersebut.
Dengan fokus utama pada bahan pokok, beras, Kapolda dan Pj Gubernur memeriksa secara menyeluruh gudang penyimpanan Bulog. Mereka bertujuan untuk memastikan bahwa cadangan pangan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar pengecekan visual, para pimpinan terlibat dalam dialog dengan pejabat Bulog, membahas rencana kontinjensi untuk mengatasi potensi masalah seperti lonjakan permintaan atau gangguan pada jaringan distribusi.
“Pemantauan ini penting untuk memastikan stok pangan kita aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Kapolda Yudhiawan. “Kita juga ingin memastikan distribusi berjalan lancar, tanpa kendala berarti.”
Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum untuk secara proaktif mengatasi setiap tantangan potensial yang terkait dengan pasokan pangan. Melalui inspeksi ini, para pejabat berupaya menjamin stabilitas harga dan akses yang konsisten terhadap bahan pangan pokok bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Kunjungan ini menggarisbawahi pentingnya tindakan terkoordinasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Para pemimpin menekankan pentingnya kewaspadaan dan kolaborasi yang berkelanjutan untuk menjaga kestabilan rantai pasokan dan mencegah gangguan apa pun yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari warga Sulawesi Selatan.

