LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep,15 Januari 2025 – Kodim 1421 Pangkep menunjukkan aksi kemanusiaan yang luar biasa, dengan segera menanggapi meninggalnya seorang guru yang berdedikasi, Indriani, S.Pd., di sebuah pulau terpencil. Indriani, seorang guru di SMPN 8 L. Tangaya, meninggal saat menjalankan tugasnya, sehingga mendorong upaya evakuasi cepat untuk memastikan pemakamannya yang bermartabat di kampung halamannya.
Komitmen mendiang Indriani terhadap pendidikan sangat terasa di lingkungannya. Pada tanggal 13 Januari 2025, ia memulai perjalanannya ke sekolah tersebut, yang melambangkan dedikasinya terhadap profesinya. Komitmen yang teguh ini serupa dengan “pengenaan sabuk Amukti Palapa” yang simbolis – sebuah penghormatan terhadap sumpah bersejarah yang melambangkan kesetiaan dan dedikasi yang teguh.
Hidupnya berakhir tragis, meninggalkan kekosongan di masyarakat. Setelah menerima berita kematiannya, Kodim 1421 Pangkep segera mengerahkan respons kemanusiaan. Pasi Intel Kodim 1421 Pangkep, Kapten Kav. Daniel, mengoordinasikan upaya untuk memastikan evakuasi jenazah Indriani berjalan lancar dan tepat waktu.
Jenazah diangkut dari Pulau Sapuka menggunakan perahu milik Bapak Mustari. Perjalanan menuju daratan berakhir dengan perkiraan tiba di Pelabuhan Paotere, Makassar pada pagi hari tanggal 15 Januari 2025. Dari sana, jenazah Indriani dibawa ke kampung halamannya di Pitusunggu, Desa Pitusunggu, Kec. Ma’rang, Kab. Pangkep.
Pemakaman dijadwalkan pada tanggal 16 Januari 2025, menurut Muhammad Nasrullah, Kepala Desa Pitue, tempat Indriani dimakamkan. Bapak Nasrulkah sendiri telah terlibat aktif dalam proses tersebut, memastikan kelancaran prosesi pemakaman bagi keluarga yang berduka dan masyarakat.
“Masyarakat sangat berduka atas meninggalnya seorang pendidik dan pelayan masyarakat yang berdedikasi tinggi,” ungkap seorang warga setempat. “Komitmennya akan selalu menginspirasi orang-orang yang pernah disentuhnya.”
Respon cepat dan penuh belas kasih dari Kodim 1421 Pangkep menunjukkan pentingnya dukungan masyarakat dalam menghadapi tragedi, dan tindakan mereka menunjukkan komitmen untuk melayani dan melindungi semua warga, bahkan di lokasi yang paling terpencil sekalipun. Kenangan Indriani, seorang guru yang berdedikasi tinggi dan mengabdi kepada masyarakat dengan dedikasi yang tak tergoyahkan, niscaya akan terus menginspirasi di tahun-tahun mendatang.

