LINTAS– KHATULISTIWA.COM. Manusia memiliki keterbatasannya sendiri. Keterbatasan ini dapat berupa keterbatasan fisik, batasan mental, atau batasan emosional. Namun, sebagai orang yang beriman kepada kekuatan ilahi Allah, penting untuk menyadari bahwa terlepas dari keterbatasan ini, kendali utama berada di tangan-Nya.
Dalam rancangan agung Allah, setiap individu memiliki peran yang unik dan bertujuan untuk dimainkan dalam kehidupan. Peran ini telah ditakdirkan, karena Allah telah membuat rencana khusus untuk setiap orang (manusia punya rencana Allah yang menghendaki). Melalui rencana inilah manusia menemukan tujuan dan makna utama dalam hidup.
Tantangan bagi individu adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara usaha pribadi dan mengakui campur tangan ilahi. Manusia harus berusaha untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan dan melakukan upaya yang diperlukan (biar manusia berusaha dan mengerahkan segenap tenaga) sambil akhirnya menyerahkan hasilnya kepada kehendak Allah (bahwa Allah yang turun tangan). *Berhati-hatilah terhadap penggunaan huruf kapital saat menyebut nama Allah untuk menunjukkan rasa hormat dalam komunitas Muslim.
Memahami Peran Usaha Manusia
Dalam Al Quran, Allah menganjurkan manusia untuk menggunakan akal, kemampuan, dan bakat mereka secara maksimal. Kitab suci tersebut menyatakan dalam Surah Al-Mulk (Bab 67), ayat 2:
“Dia (Allah) menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kamu yang terbaik amalnya.”
Ayat ini menekankan pentingnya melakukan perbuatan baik dan terus-menerus berjuang untuk mencapai keunggulan. Dengan secara aktif berusaha memperbaiki diri sendiri dan lingkungan sekitar, seseorang dapat membuat perbedaan di dunia sekaligus memenuhi tujuan ilahi mereka. Lebih jauh, Al-Quran mengajarkan umat Islam untuk memanfaatkan bakat dan kemampuan unik mereka untuk memberi manfaat bagi masyarakat dalam Surah Al-An’am (Bab 6), ayat 165:
“Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi dan meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk menguji kamu tentang apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dari ayat-ayat ini, jelaslah bahwa manusia harus memanfaatkan bakatnya dan berusaha untuk memberikan dampak positif bagi dunia. Perjuangan, kegigihan, dan tekad yang ditunjukkan melalui usaha pribadi (biar manusia berusaha dan berusaha sekuat tenaga) merupakan komponen penting untuk mencapai kehidupan yang memuaskan dan memenuhi tujuan ilahi seseorang.
Merangkul Kehendak dan Penerimaan Ilahi
Ketika terlibat dalam usaha pribadi, manusia juga harus mengakui kehadiran rencana ilahi Allah (manusia punya rencana Allah yang menghendaki) dan secara konsisten berpaling kepada-Nya dalam doa (berdo’a). Penerimaan terhadap kejadian yang telah ditakdirkan oleh Tuhan (tawakkul) merupakan konsep penting dalam agama Islam, karena hal itu mewujudkan kepercayaan, ketergantungan, dan ketundukan kepada kebijaksanaan Allah yang hakiki.

