LINTAS-KHATULISTIWA.COM. MA’RANG – Warga Lingkungan Laikang, Kel.Talaka, Kecamatan Ma’rang, baru-baru ini mengungkapkan keluhan mengenai kualitas air yang disuplai oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Masalah ini terjadi antara 28 November hingga 1 Desember 2024. Salah satu warga, yang memilih untuk tidak menyebutkan namanya, menyampaikan keluhannya saat ditemui diselah Acara tertentu oleh Wartawan Lintas-khatulistiwa.com, bahwa Air yang mengalir dari kran berwarna hitam dan memiliki aroma yang tidak sedap.

Keluhan tersebut langsung ditujukan kepada pihak PDAM sebagai pengelola distribusi air bersih di daerah tersebut. Warga mengharapkan adanya tindakan cepat dari penanggung jawab untuk menanggapi kondisi yang mengganggu kualitas hidup mereka. “Air yang kami terima sekarang tidak layak untuk digunakan apalagi saat ini kami ada acara keluarga terpaksa kami membeli air bersih. Kami berharap PDAM Kecamatan Ma’rang dapat memberikan perhatian serius terhadap masalah ini,” ungkap warga tersebut.
Dugaan awal muncul bahwa masalah ini disebabkan oleh kebocoran pipa yang terjadi di jalur selatan, tepatnya di sekitar arah SPBU Laikang dan perumahan setempat. Kejadian ini semakin diperparah dengan datangnya musim hujan, yang diperkirakan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kebocoran pipa.
Dalam situasi seperti ini, kualitas Air menjadi sangat krusial bagi kesehatan masyarakat. Air PDAM yang tercemar tidak hanya berisiko menimbulkan berbagai penyakit, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga yang sangat bergantung pada air bersih untuk kebutuhan domestik.
Para warga berharap bahwa PDAM dapat segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap pipa yang bocor. Mereka juga berharap agar pihak berwenang memberikan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan air bersih, penting bagi PDAM untuk menciptakan sistem pemantauan yang lebih baik dan responsif terhadap keluhan warga. Dengan kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pihak pengelola, diharapkan masalah seperti ini dapat diminimalkan dan hak setiap warga untuk mendapatkan air bersih tetap terjamin.
Masyarakat Laikang bagian selatan kini menantikan langkah-langkah konkret dari PDAM, agar permasalahan ini dapat segera teratasi, dan mereka dapat kembali menikmati air bersih yang layak untuk digunakan.

