Dikisahkan, pada zaman dahulu di satu negeri ada seorang wanita meninggal dunia.
Sebagai seorang muslimah, jasad wanita itu kemudian dikuburkan sebagaimana tuntunan agama Islam.
Setelah seluruh prosesi pemakaman selesai, para pelayat yang terdiri dari keluarga dekat, kerabat dan tetangga pulang ke rumah masing-masing.
Saat malam tiba, salah seorang putranya yang kelelahan setelah seharian mengurusi jenazah ibunya, tertidur pulas.
Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan ibunya yang barusan dikuburkan.
Dia melihat ibunya sedang duduk di sebuah ruangan yang sangat megah layaknya sebuah istana
Kemudian sang anak bertanya kepada ibunya
Bu, bukankah ibu sudah meninggal dunia dan dikubur,” tanya anaknya.
“Iya nak,” jawab sang ibu singkat.
“Tapi kenapa ibu malah berada di tempat ini,” tanya anaknya heran,
Isutrasi
Iya nak. Tadi begitu dikubur, saya tunggu tunggu mailakat Munkar dan Nakir tidak datang-datang. Satu jam, dua jam, hingga sekarang belum juga datang,” ujar sang ibu.
Singkat cerita, rupanya kedua malaikat itu tidak bisa masuk ke kubur sang wanita itu karena alam kubur wanita itu dikelilingi dengan tembok yang sangat kokoh.
“Ternyata tembok itu berupa amalan solawat. Karena semasa hidupnya wanita itu selalu mendawamkan solawat. Mungkin dia setiap hari bisa mencapai seribu kali bersolawat kepada Nabi Muhammad SAW. Masya Allah,” ujar Ustad H Junaidi Qosim SAg dalam tausyiahnya pada acara mengenang tiga hari meninggalkan salah seorang warga di kawasan Jalan Bungaran Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Kamis (14/12/2017) malam.
Diceritakan Junaidi, kedua malaikat tak bisa masuk ke kubur wanita itu karena wanita itu mendapat perlindungan dari Rasulullah.

