Lintas-khatulistiwa.com. Makassar Pada Rabu, 13 November 2024, Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, menjadi saksi berlangsungnya debat kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Andi Nusawarta dan Muh. Sofyan Raza. Debat ini mengangkat tema “Pembangunan Daerah yang Inklusif Demi Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dan Berdaya Saing.” Tema ini dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep dan mencakup beberapa aspek penting, termasuk pemberdayaan perempuan, pendidikan anak, serta pelestarian budaya lokal.
Visi Pembangunan yang Inklusif
Dalam perdebatan tersebut, Andi Nusawarta dan Muh. Sofyan Raza pentingnya menciptakan pembangunan yang inklusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pangkep dapat merasakan manfaat dari program-program yang diusulkan. Andi Nusawarta menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang memadai dan pemerataan akses terhadap layanan publik. Pembangunan harus mampu menjangkau semua kalangan, terutama yang selama ini terpinggirkan.”
Sofyan Raza menambahkan bahwa inklusivitas dalam pembangunan harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Kami akan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program, agar setiap aspirasi mereka dapat terwujud,” ujarnya.
Pemberdayaan Perempuan: Langkah Menuju Kesetaraan
Salah satu agenda strategi yang dihadirkan dalam debat adalah pemberdayaan perempuan. Andi Nusawarta dan Muh. Sofyan Raza berjanji untuk menciptakan program-program yang mendukung partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi dan politik. “Kami akan membentuk pusat pemberdayaan perempuan yang akan memberikan pelatihan keterampilan, akses modal, dan pendampingan dalam berwirausaha,” lanjut Andi.
Dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, pasangan ini berharap dapat menciptakan kesetaraan gender yang lebih baik dan mendukung peran aktif perempuan dalam pembangunan daerah.
Pendidikan Anak: Investasi untuk Masa Depan
Dalam konteks pendidikan, kedua calon menekankan pentingnya pendidikan anak sebagai investasi untuk masa depan Kabupaten Pangkep. Sofyan Raza mengungkapkan, “Kami akan meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, serta memberikan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu. Pendidikan berkualitas merupakan hak setiap anak dan menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan.”
Dari berbagai program yang diusulkan, peningkatan kompetensi guru dan pelatihan tambahan untuk siswa juga menjadi sorotan utama. Pasangan ini percaya bahwa dengan menyediakan fasilitas yang memadai dan pendidikan yang berkualitas, masa depan generasi muda Pangkep akan lebih cerah.
Pelestarian Budaya Lokal: Identitas Menjaga Daerah
Andi Nusawarta dan Muh. Sofyan Raza tidak melupakan pentingnya pelestarian budaya lokal dalam setiap agenda pembangunan. Mereka berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal, serta mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum pendidikan dan kegiatan masyarakat.
“Kami ingin menciptakan Pangkep yang berbudaya, di mana masyarakatnya tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki identitas dan akar budaya yang kuat,” tandas Sofyan Raza.
Harapan untuk Pangkep yang Lebih Baik
Debat ini menjadi momen penting bagi masyarakat Pangkep untuk mendengarkan langsung visi dan misi kedua pasangan calon. Melalui diskusi yang terbuka dan konstruktif ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat untuk memilih pemimpin yang dapat membawa Pangkep menuju masa depan yang lebih baik, sejahtera, dan berdaya saing.
Dalam akhir debat, Andi Nusawarta dan Muh. Sofyan Raza mengajak seluruh masyarakat Pangkep untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, agar semua elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam membangun daerah yang lebih baik.

