LINTAS- KHATULISTIWA.COM | PANGKEP – Pelayanan RSUD Batara Siang Pangkep dinilai terparah di tahun 2026. Krisis air bersih yang terjadi berhari-hari membuat pasien rawat inap dan keluarga pasien resah, bahkan kaum hawa merasa risih saat hendak buang air kecil.
Pantauan media ini, Selasa Malam (3/11/2026), krisis paling parah terjadi di *Ruangan PALEM*. Sudah beberapa hari air tidak mengalir sama sekali. Keluarga pasien mengaku sudah melapor, namun pihak rumah sakit diduga cuek dan menganggap hal sepele, padahal dampaknya sangat vital.
“Sejumlah pasien resah dan para penjaga keluarga kaum hawa merasa risih saat mau buang air kecil. Kemana lagi kita cari air. Di RS Batara Siang seakan cuek penderitaan keluarga pasien apalagi pasien yang rawat inap. Tidak bisa dibayangkan,” keluh salah satu keluarga pasien.
*Alasan Klasik PDAM Mati, Tandon Ada Tapi Tak Diisi*
Informasi yang dihimpun, alasan yang disampaikan pihak rumah sakit adalah PDAM mati. Ironisnya, tandon atau tanding air yang ada di rumah sakit tidak diisi sebagai bentuk antisipasi pelayanan. Padahal rumah sakit adalah instansi pelayanan publik yang seharusnya memiliki cadangan air.
“Alasan PDAM mati dan ada tandon air tapi tidak diisi sebagai bentuk pelayanan rumah sakit ini mungkin terparah di tahun ini,” tegas sumber.
Puncaknya, sebuah mobil tangki tiba-tiba datang di sekitar rumah sakit. Kehadiran mobil tangki ini muncul setelah salah satu keluarga pasien perempuan menyampaikan keluhannya kepada salah satu Anggota Legislatif DPRD Pangkep. Tak lama kemudian, mobil tangki muncul bak *pahlawan kesiangan*.
“Air tangki ini tiba-tiba muncul setelah salah satu penunggu pasien melaporkan hal ini ke salah satu anggota legislatif. Tak lama kemudian muncul bak pahlawan kesiangan,” ujar warga.

Tak Hanya RS, Puskesmas Juga Tak Ada Air
Krisis air bersih ternyata tidak hanya terjadi di RS Batara Siang. Bahkan salah satu Puskesmas di Pangkep juga ditemukan tidak ada air di kamar mandi pasien. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membahayakan higienitas fasilitas kesehatan.
*Harapan Evaluasi Demi Kemanusiaan*
Keluarga pasien berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Pemerintah Kabupaten Pangkep, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD Batara Siang.
“Semoga ini menjadi bahan evaluasi demi kemanusiaan serta pelayanan rumah sakit yang lebih diprioritaskan, karena air adalah sumber utama di setiap instansi dan pelayanan publik,” harap keluarga pasien.
Masyarakat mendesak Bupati Pangkep, Direktur RS Batara Siang, dan PDAM untuk segera memberikan solusi permanen, bukan penanganan dadakan yang hanya muncul saat viral atau dilaporkan ke wakil rakyat. Air bersih adalah hak dasar pasien dan standar minimal pelayanan rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Batara Siang dan PDAM Kabupaten Pangkep belum memberikan keterangan resmi.
Penulis: Tim Redaksi LINTAS-KHATULISTIWA.COM
Editor: Redaksi

