PANGKEP, Lintas-Khatulistiwa.com — Sore itu, jantung Kota Pangkep berdenyut lebih kencang dari biasanya. Bukan karena kemacetan, tapi karena semangat.
Sabtu, 10 Oktober 2026, Alun-Alun Citra Mas yang menjadi ikon kebanggaan warga Pangkep berubah menjadi panggung kebugaran. Musik Zumba menghentak dari tribun, ratusan warga – dari emak-emak, remaja, hingga komunitas Zumba – larut dalam gerakan, keringat dan tawa bahagia. Mereka mengikuti Zumba Party bersama Zin profesional.
Di tengah lautan manusia yang bergoyang ceria itu, ada pemandangan yang menyejukkan hati.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Padoang-Doangan, Polsek Pangkajene, Aipda Mappaenre, tampak berdiri sigap namun dengan senyum ramah. Ia tidak berjarak. Ia membaur.

Ia melaksanakan monitoring bukan dengan cara kaku, tapi dengan cara yang paling humanis. Sesekali ia membantu mengatur parkiran, sesekali menyapa ibu-ibu yang kelelahan, sesekali memastikan anak-anak yang ikut orang tuanya tetap aman. Kehadirannya bukan membuat takut, justru membuat warga makin nyaman untuk bergoyang.
Inilah makna sesungguhnya dari *Polisi Bersama Masyarakat*. Polisi bukan hanya hadir saat ada masalah. Polisi hadir saat masyarakat sedang berbahagia, memastikan kebahagiaan itu tidak terusik.
“Monitoring ini kami laksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat guna memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolsek Pangkajene Iptu Hasrul, S.Sos.
Menurutnya, tugas Bhabinkamtibmas adalah menjadi jembatan. Mengantisipasi potensi gangguan, namun juga mendukung setiap kegiatan positif yang mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesehatan warga.
Dan hasilnya terbukti. Hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 Wita, suasana tetap aman, tertib, dan penuh keceriaan. Tidak ada laporan kehilangan, tidak ada keributan. Yang tertinggal hanya rasa senang dan rasa aman.
Di Alun-Alun Citra Mas sore itu, batas antara polisi dan masyarakat melebur. Tidak ada lagi sekat seragam. Yang ada hanya warga Pangkep yang bersama-sama menjaga kotanya, dengan caranya masing-masing. Ada yang dengan gerakan Zumba, ada yang dengan menjaga keamanan.
Itulah Pangkep. Kota yang aman bukan karena banyak polisi, tapi karena polisinya bersama masyarakat, di jantung kotanya sendiri.
Editor: Taslim Al Faqir

