Lintas-Khatulistiwa.com. PANGKEP – Untuk mencegah konflik sosial dan gangguan Kamtibmas akibat kelangkaan gas subsidi, Bhabinkamtibmas Desa Bulu Tellue, Bripka Abd. Kadir, http://S.Psi., M.M., menyambangi pangkalan gas elpiji 3 Kg di Kampung Bulu Kumba, Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Jumat (18/9/2026).
Dalam kegiatan sambang tersebut, Bripka Abd. Kadir bertemu langsung dengan pemilik pangkalan, Sufadli (33), seorang wiraswasta yang menjadi agen distributor gas elpiji bersubsidi di desa tersebut.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok gas elpiji 3 Kg aman serta harga jual tetap stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pangkep, yakni Rp18.000 hingga Rp19.000 per tabung.
Pada kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, antara lain:
1. Agar agen menjaga ketersediaan stok, menyalurkan secara merata kepada masyarakat dan menjual sesuai HET.
2. Tidak melakukan praktik kecurangan, penimbunan, atau penyaluran tidak tepat sasaran yang dapat memicu kelangkaan.
3. Tidak merokok di sekitar area penyimpanan tabung gas dan memperhatikan faktor keselamatan untuk mencegah kebakaran.
4.Meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian dan penipuan serta disarankan memasang CCTV di area toko.
5. Segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa jika ada kendala yang berpotensi memicu konflik sosial.
Berdasarkan keterangan pemilik pangkalan, stok gas elpiji 3 Kg yang tersedia saat ini sebanyak 60 tabung dan dijual seharga Rp19.000 sesuai HET. Sejauh ini tidak terjadi antrean warga maupun konflik sosial karena kebutuhan masyarakat masih terpenuhi.
Pemilik pangkalan menyambut baik perhatian dan kepedulian Bhabinkamtibmas. Ia berkomitmen untuk menjalankan semua imbauan kamtibmas demi kelancaran dan keamanan distribusi gas subsidi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Tondong Tallasa mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Bhabinkamtibmas sebagai upaya dini mencegah gangguan kamtibmas yang dipicu oleh permasalahan kebutuhan pokok masyarakat.

