Lintas-Khatulistiwa.com | Pangkep, 10 Februari 2026 – Luapan kepedulian dan sigap tanggap bencana ditunjukkan oleh Kelurahan Ma’rang bersama Tim Tagana Xinas Sosial Kabupaten Pangkep. Pada Selasa, 10 Februari 2026, mereka menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban terjangan angin puting beliung di Kampung Gellengnge, Kelurahan Ma’rang, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep.
Salah satu warga yang terdampak parah adalah Ibu Kartini. Rumahnya mengalami kerusakan signifikan, bahkan atap rumahnya dilaporkan terbang terbawa angin puting beliung yang menerjang kawasan tersebut. Kejadian ini tentu menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi Ibu Kartini dan keluarganya.
Menanggapi situasi ini, Tim Tagana yang terdiri dari H. Bustam dan Hendra Pratama, didampingi oleh Kasi Sosial Kelurahan Ma’rang, segera bergerak memberikan bantuan mendesak.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti kasur, tenda, dan selimut untuk memberikan tempat berlindung sementara yang layak. Selain itu, biskuit juga turut diberikan sebagai tambahan konsumsi.
Tidak berhenti di situ, perhatian khusus juga diberikan kepada keluarga yang memiliki bayi. Dua tas besar yang berisi perlengkapan bayi dan perlengkapan mandi diserahkan untuk membantu meringankan kebutuhan mendasar mereka di tengah kondisi yang sulit.
Lurah Kelurahan Ma’rang, Andi Rita Welly, S.Sos., MM, tak ketinggalan untuk turun langsung ke lokasi bersama Tim Tagana. Dalam kunjungannya, Lurah menyempatkan diri untuk menyerahkan bantuan secara simbolis dan memberikan semangat kepada warga yang terdampak.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat yang terkena musibah angin puting beliung,” ujar Lurah Andi Rita Welly. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan oleh warga, dan kami akan terus berupaya memberikan dukungan yang diperlukan.”
Upaya kolaboratif antara pemerintah kelurahan dan tim relawan Tagana ini menjadi bukti nyata soliditas dalam menghadapi bencana, serta menegaskan komitmen untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, terutama di saat saat mereka membutuhkan uluran tangan.

